PENGARUH PEMBERIAN IMBUHAN PAKAN EKSTRAK SAMBILOTO (Andrographis paniculata) TERHADAP PERFORMA AYAM BROILER YANG DIINFEKSI Eimeria spp. DAN JUMLAH OOSISTA DALAM FESES
Pramnesti Jelita Cahyani, Prof. Dr. drh. Agustina Dwi Wijayanti, M. P.
2025 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Sambiloto (Andrographis paniculata) merupakan tanaman obat tradisional yang memiliki potensi sebagai alternatif pengganti antibiotik dan growth promoter dalam pakan ternak, khususnya untuk mengendalikan koksidiosis. Koksidiosis merupakan penyakit yang umum menyerang unggas, terutama ayam, yang disebabkan oleh protozoa Eimeria spp. dan dapat menyebabkan kerugian ekonomi akibat penurunan performa, produktivitas, dan peningkatan angka kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak sambiloto sebagai imbuhan pakan terhadap performa dan produksi Oosista pada ayam broiler yang diinfeksi Eimeria spp. Metode penelitian menggunakan 20 ekor ayam broiler strain Lohmann (MB 202) berusia tujuh hari dengan bobot badan rata-rata 190 gram. Ayam diinfeksi isolat Eimeria spp. secara oral sebanyak 125.000 Oosista kemudian dibagi menjadi empat kelompok perlakuan. Kelompok kontrol negatif berupa pemberian pakan tanpa imbuhan ataupun ekstrak dan koksidiostat (K-), kontrol positif adalah kelompok yang diberi koksidostat narasin dan nicarbazin (K+), serta dua kelompok perlakuan dengan masing-masing diberi pakan mengandung 0,5% ekstrak sambiloto penyarian air (PA) dan etanol (PB). Perlakuan pemberian koksidiostat dan ekstrak yang dicampur dalam pakan dilakukan selama tiga minggu dan diberikan secara peroral. Setiap kelompok dilakukan pengambilan data berupa data pertambahan bobot badan, feed conversion rate (FCR), dan jumlah Oosista per gram feses (OPG). Data diambil setiap minggu selama tiga minggu perlakuan. Analisis statistik dilakukan menggunakan ANOVA dan uji lanjut untuk FCR, OPG, pertambahan bobot badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok K+ dan kelompok PB menunjukkan hasil yang tidak signifikan (p> 0,05) terhadap pertumbuhan bobot badan, FCR, dan OPG. Kelompok PA memberikan pengaruh yang signifikan (p< 0>terhadap semua perlakuan kelompok dalam memperbaiki FCR, meningkatkan pertambahan bobot badan, serta menurunkan jumlah OPG secara efektif. Penelitian ini menunjukkan bahwa 0,5% ekstrak sambiloto penyarian air berpotensi sebagai imbuhan pakan alami dalam pengendalian koksidiosis pada ayam broiler.
Sambiloto (Andrographis paniculata) is a traditional medicinal plant that has potential as an alternative to antibiotics and growth promoters in livestock feed, particularly for controlling coccidiosis. Coccidiosis is a common disease affecting poultry, especially chickens, caused by Eimeria spp. protozoa. This disease can lead to economic losses due to reduced performance, productivity, and increased mortality rates. This study aimed to evaluate the effect of sambiloto extract as a feed additive on the performance and oocyst production in broiler chickens infected with Eimeria spp. The experiment was conducted using 20 Lohmann strain broiler chickens (MB 202), seven days old with an average body weight of 190 grams. The chickens were orally infected with 125,000 Eimeria spp. oocysts and divided into four treatment groups. The negative control group (K?) received feed without additives, extracts, or coccidiostats. The positive control group (K+) was administered coccidiostats (narasin and nicarbazin). Two treatment groups were given sambiloto extract at 0.5% concentration using either water-based (PA) or ethanol-based (PB) extraction methods. The additives and extracts were mixed into the feed and administered orally for three weeks. Data collected included weekly measurements of body weight gain, feed conversion ratio (FCR), and oocyst per gram of feces (OPG). Statistical analysis was performed using ANOVA and post-hoc tests for body weight gain, FCR, and OPG. The results showed that the K+ and PB groups did not significantly differ (p > 0.05) in body weight gain, FCR, and OPG. In contrast, the PA group showed a significant effect (p < 0>
Kata Kunci : Imbuhan pakan, Koksidiosis, Oosista, Performa, Sambiloto