Analisis Hubungan Jangka Panjang dan Jangka Pendek antara Tenaga Kerja, Investasi, Inflasi, dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia: Pendekatan Vector Error Correction Model (VECM)
Dhinta Ekka Wardhani, Dr. Romanus Yoseph Kun Haribowo Purnomosidi, S.E., M.Si., GRCP.
2025 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN
Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis hubungan jangka panjang, jangka pendek, dan
sebab akibat antara variabel makroekonomi menggunakan permodelan time series
melalui pendekatan Vector Error Correction Model (VECM). Variabel yang
digunakan dalam penelitian ini meliputi Produk Domestik Bruto (PDB), total tenaga
kerja, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), dan inflasi, dengan data tahunan
Indonesia periode 1980–2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka
panjang, variabel PDB, tenaga kerja, dan PMTB berpengaruh negatif terhadap
inflasi. Dalam penyesuaian jangka
pendek terhadap hubungan jangka panjang, seluruh variabel menunjukkan mekanisme penyesuaian secara
signifikan terhadap ketidakseimbangan jangka panjang. Kemudian, pada jangka
pendek, PDB berpengaruh positif terhadap PMTB dan inflasi.
Sebaliknya, PMTB justru memberikan pengaruh negatif terhadap PDB dan inflasi.
Namun, tenaga kerja dan inflasi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel
lain dalam jangka pendek. Pada hubungan sebab akibat, hasil uji Granger
Causality menunjukkan tiga hubungan satu arah yang signifikan, yaitu dari
PDB terhadap tenaga kerja, PMTB, dan inflasi. Sementara itu,
hasil uji block Exogeneity tidak menunjukkan hubungan kausalitas langsung yang kuat dalam jangka pendek, tetapi hubungan
kausalitas secara simultan lebih kuat dan signifikan.
This study aims
to analyze the long-term, short-term, and causal relationships between
macroeconomic variables using time series modeling through the Vector Error
Correction Model (VECM) approach. The variables used in this study include
Gross Domestic Product (GDP), total labor, Gross Fixed Capital Formation
(GFCF), and inflation, with annual data for Indonesia for the period 1980-2023.
The results show that in the long run, GDP, labor, and PMTB variables
negatively affect inflation. In the short-run adjustment to the long-run
relationship, all variables show a significant adjustment mechanism to the
long-run imbalance. Then, in the short run, GDP has a positive effect on GFCF
and inflation. In contrast, GFCF has a negative effect on GDP and inflation.
However, labor and inflation have no significant influence on other variables
in the short term. On the causal relationship, the Granger Causality test
results show three significant one-way relationships, namely from GDP to labor,
GFCF, and inflation. Meanwhile, the block exogeneity test results do not show a
strong direct causality relationship in the short run, but the simultaneous
causality relationship is stronger and more significant.
Kata Kunci : Pertumbuhan ekonomi, Tenaga kerja, Pembentukan Modal Tetap Bruto, Inflasi, Vector Error Correction Model