Laporkan Masalah

Interferensi Bahasa Indonesia Oleh Siswa LPK HIGLOB Pada Pelafalan Konsonan Rangkap, Konsonan Ganda, Dan Vokal Panjang Pada Bahasa Jepang

Abaabil Adi Andriyanto, Drs. Eman Suherman, M.Hum.

2025 | Skripsi | SASTRA JEPANG


Interferensi bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang terjadi pada siswa LPK HIGLOB disebabkan oleh berbagai faktor seperti para siswa yang merupakan pembelajar bahasa Jepang pemula, pengaruh yang kuat dari bahasa ibu, pemahaman dan penguasaan bahasa Jepang sebagai bahasa kedua atau bahasa asing yang masih kurang atau belum mencukupi,

dan faktor-faktor lainnya. Penelitian ini menganalisis interferensi bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang terjadi pada siswa-siswa LPK HIGLOB

pada saat melafalkan kosakata bahasa Jepang yang mengandung konsonan rangkap dan vokal panjang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semua siswa LPK HIGLOB yang diuji masih kesulitan dan belum tepat dalam melafalkan kosakata bahasa Jepang yang mengandung konsonan rangkap dan vokal panjang yang diujikan. Huruf dengan konsonan rangkap yang dimaksud meliputi huruf ?(chi), ?(shi),?(tsu), huruf youon seperti ??(kyo), ??(gyo), ??(sha), ?(sho), ?? (cho) dan lain sebagainya. Sedangkan konsonan ganda dalam bahasa Jepang dilambangkan dengan “?” yang berfungsi menggandakan huruf konsonan seperti penggandaan huruf /pp pada kata ? ? ? ? ?(shuppatsu). Latar belakang penyebab terjadinya interferensi bahasa ini disebabkan oleh beberapa faktor yang sebagian besar adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman cara pelafalan huruf dan kosakata bahasa Jepang dikarenakan siswa-siswa LPK HIGLOB yang diujikan merupakan pembelajar pemula. Selain itu, penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari sangat berpengaruh pada cara pelafalan huruf dan kosakata bahasa Jepang karena sistem bahasa dan beberapa huruf dalam bahasa Jepang yang tidak terdapat pada bahasa Indonesia dan bahasa daerah para siswa.

The interaction between Indonesian and local languages seen in LPK HIGLOB students arises from several factors, including the students being novice learners of Japanese, the significant impact of their native languages, inadequate comprehension and control of Japanese as a second or foreign language, and additional contributing elements. This research examines the influence of Indonesian and regional languages on the pronunciation of Japanese vocabulary with double consonants and long sound by LPK HIGLOB students. The findings of this research indicate that all LPK HIGLOB students assessed still face difficulties and have not yet mastered the pronunciation of Japanese words featuring double consonants and long sound. The characters featuring double consonants in discussion comprise letters like ? (chi), ? (shi), ? (tsu), and youon letters such as ?? (kyo), ?? (gyo), ?? (sha),?? (sho), ?? (cho), among others. Meanwhile, double consonants in Japanese are symbolized by "?" which functions to double the consonant letter, such as doubling the letter /pp/ in the word ????? (shuppatsu).The underlying reasons for this language interference are multiple, primarily the insufficient knowledge and understanding of how to pronounce Japanese characters and vocabulary, since the LPK HIGLOB students taking the test are novices. Moreover, the incorporation of Indonesian and local languages in everyday activities significantly influences the pronunciation of Japanese characters and vocabulary because of the disparities in language structures and the existence of certain Japanese sounds that are absent in Indonesian or the students' local dialects.

Kata Kunci : Interferensi bahasa, konsonan ganda, konsonan rangkap, vokal ganda

  1. S1-2025-480778-abstract.pdf  
  2. S1-2025-480778-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-480778-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-480778-title.pdf