Kejadian dan Analisis Faktor Risiko Feline Lower Urinary Tract Disease (FLUTD) pada Pasien Kucing di Klinik Hewan Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada
Mutiara Kinasih Nuladani, Dr. drh. Guntari Titik Mulyani, M.P.
2025 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Feline Lower Urinary Tract Diseases (FLUTD) adalah gangguan non-infeksius dan infeksius yang mempengaruhi vesica urinaria dan uretra dengan gejala
klinis seperti disuria, hematuria, pollakiuria, dan obstruksi urethra. FLUTD
memiliki etiologi multifaktorial dengan beberapa faktor risiko yang berperan
dalam patogenesisnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung tingkat kejadian dan mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang dapat
meningkatkan kejadian FLUTD. Materi penelitian adalah pasien Klinik Hewan
Penyakit Dalam FKH UGM periode Mei hingga Oktober 2024. Diagnosis FLUTD
ditetapkan berdasarkan gejala klinis disuria, hematuria, stranguria,
pollakiuria, periuria, dan pemeriksaan laboratorium pendukung. Tingkat
kejadian FLUTD dihitung dari jumlah
kasus FLUTD dibagi dengan jumlah pasien yang diperiksa dikalikan 100%. Analisis
faktor risiko dilakukan menggunakan pendekatan secara analitik observasional
dengan melakukan wawancara atau pengisian kuesioner pada pemilik kucing yang
memeriksakan kucingnya. Faktor risiko yang diteliti meliputi karakteristik
pemilik (pendidikan, pekerjaan, lama memelihara kucing, biaya pemeliharaan per
bulan, dan waktu interaksi per hari), serta karakteristik kucing meliputi umur,
jenis kelamin, ras, jenis makanan, sumber air, frekuensi makan dan minum,
jumlah kotak kotoran, jumlah kucing dalam rumah tangga dan gaya hidup. Sebanyak
total 70 data kuisoner dari pemilik kucing yang terdiri dari 35 data kasus
FLUTD, dan 35 data nonFLUTD dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil
penelitian menunjukkan adanya kasus FLUTD pada 64 kucing dari 2.024 pasien
kucing yang diperiksa. Dari analisis statistik yang dilakukan diketahui bahwa
faktor: pernah sakit di sistem uropoetika, penggunaan litter box,
pemberian pakan, berat badan, dan usia berhubungan dengan kejadian FLUTD
(p<0>4kg
(OR 4.5), pemberian pakan tidak terbatas/ad libitum (OR 3,431), dan usia >3
tahun (OR 2.909).
Feline
Lower Urinary Tract Diseases (FLUTD) encompass a range of non-infectious and
infectious disorders affecting the bladder and urethra, marked by signs such as
dysuria, hematuria, pollakiuria, and urethral obstruction. Due to its
multifactorial etiology, this study aimed to determine the incidence and
identify significant risk factors for FLUTD. The research involved feline
patients treated at the Internal Medicine Clinic, Faculty of Veterinary
Medicine, Universitas Gadjah Mada, from May to October 2024. Diagnosis was
based on clinical signs and laboratory tests. Incidence was calculated by
dividing FLUTD cases by total feline patients, multiplied by 100%. Risk factor
analysis used an observational-analytic approach via owner questionnaires,
examining both owner and cat characteristics. Out of 2,024 feline patients, 64
were diagnosed with FLUTD, resulting in a 3.16% incidence rate. A total of 70
questionnaires (35 FLUTD cases and 35 controls) were analyzed using Chi-Square
tests. From the statistical analysis carried out, it was found that the
following factors: having been sick in the uropoetic system, using a litter
box, feeding, body weight, and age were associated with the incidence of FLUTD
(p<0>4kg (OR 4.5), unlimited/ad libitum feeding (OR 3.431), and
age>3 years (OR 2.909).
Kata Kunci : Faktor risiko, kucing, FLUTD, Klinik hewan IPD.