Laporkan Masalah

Pengaruh Jenis Kelamin terhadap Persepsi Estetika Senyum pada Suku Jawa (Studi pada Siswa SMA Negeri 1 Sukoharjo)

Putri Sekar Taji, Prof. drg. Rosa Amalia, M.Kes., Ph.D.; drg. Agatha Ravi Vidiasratri, MPH.

2025 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI

Senyum adalah ekspresi wajah yang penting dalam komunikasi sosial dan dinilai sebagai bagian dari estetika wajah yang memengaruhi persepsi daya tarik seseorang. Persepsi terhadap senyum yang estetis bersifat subjektif dan dipengaruhi oleh faktor seperti usia, jenis kelamin, dan budaya, termasuk dalam masyarakat suku Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis kelamin terhadap persepsi estetika senyum pada suku Jawa, serta mengidentifikasi komponen senyum yang dinilai estetis oleh laki-laki dan perempuan.

Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan potong lintang yang melibatkan 20 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan kelas X SMA Negeri 1 Sukoharjo berusia 15-17 tahun. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling. Persepsi estetika senyum diukur melalui kuesioner berisi 16 pertanyaan disertai foto. Penilaian menggunakan sistem skor untuk menggambarkan kecenderungan persepsi responden, bukan untuk menentukan jawaban benar atau salah. 

Hasil penelitian dengan analisis univariat menunjukkan distribusi responden yang seimbang antara laki-laki dan perempuan, dengan mayoritas berusia 16 tahun (85%). Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan bahwa sebagian besar responden (90%) menyukai consonant smile arc dan gigi dinilai sebagai elemen senyum yang paling menarik oleh 65% responden, tanpa perbedaan signifikan antarjenis kelamin (p-value > 0,05). Namun, ditemukan  perbedaan signifikan secara statistik (p-value < 0>tooth gems. Kesimpulan penelitian ini adalah  jenis kelamin memengaruhi persepsi terhadap komponen-komponen tertentu dalam estetika senyum pada suku Jawa, meskipun sebagian besar penilaian antara laki-laki dan perempuan cenderung serupa.

A smile is a significant facial expression in social communication and is considered part of facial aesthetics that affects an individual’s a  perception of attractiveness. The perception of an aesthetic smile is subjective and can be influenced  by factors such as age, gender, and culture, including among the Javanese ethnic group. This study aims to analyze the influence of gender on aesthetic smile perception among the Javanese and to identify which smile components are considered aesthetically pleasing by male and female. 

This analytical study employed a cross-sectional design involving 20 male and 20 female 10th grade students from SMA Negeri 1 Sukoharjo, aged 15-17 years. The sampling technique used was quota sampling. The aesthetic smile perception was measured using a questionnaire consisting of 16 questions accompanied by photographs. A scoring system was applied to reflect respondents' perceptual tendencies, rather than to determine right or wrong answers.

Univariate analysis showed a balanced gender distribution among respondents, with the majority aged 16 years (85%). Bivariate analysis using the Chi-Square test  revealed that most respondents (90%) preferred the consonant smile arc and 65% rated teeth as the most attractive component of a smile, with no significant gender differences (p-value > 0.05). However, statistically significant difference (p-value < 0>

Kata Kunci : Jenis kelamin, persepsi estetika senyum, suku Jawa, siswa SMA

  1. S1-2025-473396-abstract.pdf  
  2. S1-2025-473396-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-473396-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-473396-title.pdf