Pengalaman Pengasuhan Ibu dari Anak dengan Autism Spectrum Disorder: Studi Fenomenologi
Alfiannisa Zahrani, Aliyaturrahmah Supriyadi, S.Psi., MH.
2025 | Skripsi | PSIKOLOGI
Ibu yang mengasuh anak dengan ASD menghadapi tingkat stres psikologis dan beban pengasuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ibu yang mengasuh anak neurotipikal. Hal ini berkaitan dengan karakteristik perkembangan atipikal yang dimiliki oleh anak dengan ASD yang memunculkan tantangan tersendiri bagi ibu dalam menjalankan tugas pengasuhannya. Berbagai tantangan tersebut diperparah dengan stigma negatif mengenai ASD yang masih kerap dijumpai di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman ibu dalam mengasuh anak dengan ASD melalui pendekatan fenomenologi deskriptif. Lima orang partisipan yang merupakan ibu yang mengasuh anak dengan ASD berusia 5–11 tahun direkrut menggunakan metode purposive dan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dianalisis menggunakan metode analisis tematik yang dikembangkan oleh Braun dan Clarke (2006) dengan kerangka fenomenologi deskriptif. Hasil penelitian dijelaskan dalam sembilan tema utama: (1) ibu mengalami proses penerimaan yang kompleks dan tidak linier; (2) dinamika emosi ibu didominasi oleh kekhawatiran; (3) keluarga menyesuaikan diri untuk memenuhi kebutuhan anak; (4) ibu menghadapi tekanan diri dan kompleksitas tuntutan pengasuhan; (5) stigma sosial memengaruhi pilihan dan sikap ibu dalam pengasuhan; (6) ibu menerapkan pengasuhan yang responsif, konsisten, dan bertahap; (7) ibu berupaya membangun sumber daya untuk memperkuat pengasuhan; (8) ibu memaknai pengalaman pengasuhan sebagai hal positif; (9) ibu mengharapkan kemandirian dan penerimaan sosial untuk anak. Temuan dalam penelitian ini memberikan pemahaman mengenai pengalaman pengasuhan ibu terhadap anak dengan ASD dalam konteks Indonesia, yang secara lebih lanjut dapat dimanfaatkan oleh pemangku kebijakan dan penyedia layanan dalam merancang intervensi yang menyeluruh dan sensitif terhadap kebutuhan keluarga yang memiliki anak dengan ASD, serta mendorong kolaborasi lintas sektor dalam memberikan edukasi kepada masyarakat guna mengurangi stigma terhadap ASD.
Mothers raising children with Autism Spectrum Disorder (ASD) experience higher levels of psychological distress and caregiving burden compared to mothers raising neurotypical children. This is related to the atypical developmental characteristics of children with ASD, which present various challenges for mothers in fulfilling their caregiving roles. These challenges are further exacerbated by the negative stigma surrounding ASD that is still commonly encountered in Indonesia. This study aims to explore the experiences of mothers raising children with ASD using a descriptive phenomenological approach. Five participants, all mothers of children with ASD aged 5–11 years, were recruited using purposive and snowball sampling methods. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis by Braun and Clarke (2006), within the framework of descriptive phenomenology. The findings of this study are presented in nine main themes: (1) mothers experience a complex and non-linear process of acceptance; (2) mothers’ emotional dynamics are dominated by worry; (3) the family adjusts to meet the needs of the child; (4) mothers face internal pressure and the complexity of caregiving demands; (5) social stigma influences mothers' choices and attitudes in parenting; (6) mothers apply responsive, consistent, and gradual parenting strategies; (7) mothers strive to build personal and social resources to strengthen their parenting; (8) mothers perceive their caregiving experience as a positive and meaningful journey; (9) mothers hope for their child’s independence and social acceptance. The findings of this study provide an understanding of mothers' caregiving experiences of children with ASD in the Indonesian context, which can further be utilized by policymakers and service providers to design comprehensive interventions that are sensitive to the needs of families, as well as to promote cross-sector collaboration in educating the public to reduce stigma surrounding ASD.
Kata Kunci : ibu, pengalaman pengasuhan, autism spectrum disorder (ASD).