Laporkan Masalah

Analisis Pusat Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Kebumen Tahun 2019-2023 Menggunakan Pendekatan Sektoral dan Regional

Muhammad Naufal Dani Oktavian, Yuni Andari, S.E., M.Si

2025 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN

Kabupaten Kebumen merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah dengan persentase penduduk miskin tertinggi dan memiliki pendapatan perkapita yang masih dibawah rata-rata provinsi dan nasional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor-sektor yang merupakan sektor basis dan non-basis di Kabupaten Kebumen, mengetahui sektor-sektor yang berpotensi menjadi sektor unggulan di masa mendatang di Kabupaten Kebumen, mengetahui wilayah yang berperan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kebumen, mengetahui urutan hierarki pusat pertumbuhan ekonomi tiap kecamatan di Kabupaten Kebumen, mengetahui keterkaitan wilayah pusat pertumbuhan dengan kecamatan lainnya di Kabupaten Kebumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis SLQ, DLQ, Shift Share, Analisis Skalogram, Indeks Sentralitas, dan Analisis Gravitasi. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 8 sektor basis yang ada di Kabupaten Kebumen yaitu a) Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, b) Pertambangan dan Penggalian, c) Perdagangan Besar dan Eceran Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, d) Transportasi dan Pergudangan, e) Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib, f) Jasa Jasa Pendidikan, g) Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial, h) Jasa Lainnya. Terdapat 9 sektor non-basis meliputi a) Industri Pengolahan, b) Pengadaan Listrik dan Gas, c) Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah Limbah, dan Daur Ulang, d) Konstruksi, e) Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, f) Informasi dan Komunikasi, g) Jasa Keuangan dan Asuransi, h) Real Estate, i) Jasa Perusahaan. Dapat diketahui bahwa terdapat 6 sektor perekonomian di Kabupaten Kebumen berpotensi menjadi sektor unggulan di masa mendatang (prospektif) diantaranya a) Industri Pengolahan, b) Konstruksi, c) Transportasi dan Pergudangan, d) Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, e) Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial, f) Jasa Lainnya. Hasil penelitian juga menunjukkan Kecamatan Kebumen sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kebumen. Dapat diketahui bahwa Hierarki I terdiri dari Kecamatan Kebumen dan Kecamatan Gombong. Hierarki III terdiri dari 3 kecamatan yaitu Ayah, Prembun, dan Kutowinangun. Hierarki IV terdiri dari 12 kecamatan yaitu: Buayan, Petanahan, Klirong, Bulupesantren, Puring, Alian, Pejagoan, Sruweng, Kuwarasan, Rowokele, Sempor, dan Karanganyar. Hierarki V terdiri dari 9 kecamatan yaitu: Ambal, Mirit, Bonorowo, Padureso, Poncowarno, Adimulyo, Karanggayam, Sadang, dan Karangsambung. Berdasarkan hasil analisis gravitasi, Kecamatan Kebumen memiliki nilai interaksi tinggi terhadap Kecamatan Pejagoan, Kecamatan Sruweng, Kecamatan Klirong, dan Kecamatan Adimulyo. Sementara itu, kecamatan yang memiliki nilai interaksi rendah yaitu Kecamatan Sadang, Kecamatan Padureso, Kecamatan Ayah, dan Kecamatan Rowokele.

Kebumen Regency is one of the regencies in Central Java Province with the highest percentage of poor population and a per capita income that is still below the provincial and national average. Therefore, this study aims to identify the basic and non-basic sectors in Kebumen Regency, determine the sectors with the potential to become leading sectors in the future, identify the areas that serve as centers of economic growth in Kebumen Regency, determine the hierarchy of economic growth centers in each district, and analyze the linkages between growth centers and other districts in Kebumen Regency. The method used in this study is a descriptive quantitative method with analysis techniques including SLQ, DLQ, Shift Share, Scalogram Analysis, Centrality Index, and Gravity Analysis. The results of the study show that there are 6 basic sectors in Kebumen Regency, namely: a) Agriculture, Forestry, and Fisheries, b) Mining and Quarrying, c) Wholesale and Retail Trade; Repair of Motor Vehicles and Motorcycles, d) Transportation and Warehousing, e) Public Administration, Defense, and Compulsory Social Security, f) Education Services, g) Health Services and Social Activities, h) Other Services. There are 9 non-basic sectors, including: a) Manufacturing, b) Electricity and Gas Supply, c) Water Supply; Waste Management, Sewage, and Recycling, d) Construction, e) Accommodation and Food Service Activities, f) Information and Communication, g) Financial and Insurance Activities, h) Real Estate, i) Business Services. It is also found that there are 6 economic sectors in Kebumen Regency with potential to become leading sectors in the future (prospective), including: a) Manufacturing, b) Construction, c) Transportation and Warehousing, d) Accommodation and Food Service Activities, e) Health Services and Social Activities, f) Other Services. The study also identifies Kebumen District as the main centers of economic growth in Kebumen Regency. It is determined that Hierarchy I consists of Kebumen and Gombong Districts. Hierarchy III consists of three districts: Ayah, Prembun, and Kutowinangun. Hierarchy IV consists of twelve districts: Buayan, Petanahan, Klirong, Bulupesantren, Puring, Alian, Pejagoan, Sruweng, Kuwarasan, Rowokele, Sempor, and Karanganyar. Hierarchy V includes nine districts: Ambal, Mirit, Bonorowo, Padureso, Poncowarno, Adimulyo, Karanggayam, Sadang, and Karangsambung. Based on gravity analysis, Kebumen Districts show high interaction values with Pejagoan, Sruweng, Klirong, and Adimulyo Districts. Meanwhile, districts with low interaction values include Sadang, Padureso, Ayah, and Rowokele.

Kata Kunci : Kabupaten Kebumen, Sektor Basis, Sektor Non-Basis, Sektor Unggulan, Pusat Pertumbuhan Ekonomi, Hierarki, Keterkaitan Wilayah/Kebumen Regency, Basic Sector, Non-Basic Sector, Leading Sector, Economic Growth Center, Hierarchy, Spatial Linkage

  1. D4-2025-480425-abstract.pdf  
  2. D4-2025-480425-bibliography.pdf  
  3. D4-2025-480425-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2025-480425-title.pdf