Laporkan Masalah

Perbandingan Besar Sudut Nasolabial dan Mentolabial pada Maloklusi Angle Kelas I anatra Laki-laki dan Perempuan Indonesia

Putri Muliawati, Dr. drg. Andi Triawan, Sp.Ort., Subsp. DDPK (K) ; drg. Christnawati, M.Kes., Sp.Ort., Subsp. DDPK (K)

2025 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN GIGI

    Maloklusi Angle Kelas I merupakan maloklusi yang paling umum, terutama pada laki-laki dan perempuan, yang dapat memengaruhi fungsi serta estetika wajah. Sudut nasolabial dan mentolabial merupakan parameter untuk mengevaluasi profil jaringan lunak, sehingga membantu klinisi menentukan rencana perawatan ortodonti secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sudut nasolabial dan mentolabial pada maloklusi Angle Kelas I antara laki-laki dan perempuan Indonesia.

    Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional melibatkan foto rontgen sefalogram lateral 10 laki-laki dan 49 perempuan dengan subjek orang Indonesia dengan kriteria maloklusi Angle Kelas I, usia 18-24 tahun, gigi geligi permanen kecuali gigi molar ketiga, belum pernah dilakukan perawatan ortodonti. Pengukuran dilakukan dengan perangkat lunak web-based application WebCeph versi 2.0. Data pengamatan dianalisis menggunakan uji independent t-test.

    Hasil uji independent t-test menunjukkan bahwa sudut nasolabial dan mentolabial antara laki-laki dan perempuan pada maloklusi Angle kelas I orang Indonesia menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan (p>0.05). Rerata sudut nasolabial laki-laki sebesar 89.62° dan perempuan 95.26°. Rerata sudut mentolabial laki-laki sebesar 133.31° dan perempuan 132.70°. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan sudut nasolabial dan mentolabial antara laki-laki dan perempuan pada maloklusi Angle kelas I orang Indonesia.

     Angle Class I malocclusion is the most common malocclusion, especially in males and females, and can affect facial function and aesthetics. The nasolabial and mentolabial angles are parameters to evaluate the soft tissue profile, which helps the clinician determine the maximum orthodontic treatment plan. This study aims to compare the nasolabial and mentolabial angles in Angle Class I malocclusion between Indonesian males and females.

     This study used a cross-sectional approach involving lateral cephalogram x-rays of 10 males and 49 females with Indonesian subjects with the criteria of Angle Class I malocclusion, age 18-24 years, complete permanent dentition except for the third molar, no orthodontic treatment has been performed. Measurements were made with Web-based application software WebCeph version 09.91. Observation data were analyzed using independent t-test.

     The results of the independent t-test showed that the nasolabial and mentolabial angles between males and females in Angle class I malocclusion of Indonesians showed no significant difference (p>0.05). The mean nasolabial angle of males was 89.62° and females 95.26°. The mean mentolabial angle of males was 133.31° and females 132.70°. The conclusion of this study is that there is no difference in nasolabial and mentolabial angles between males and females in Angle class I malocclusion of Indonesian people.

Kata Kunci : Kata kunci: Maloklusi Angle kelas I, jenis kelamin, sudut nasolabial, sudut mentolabial, orang Indonesia/Keywords: Angle class I malocclusion, gender, nasolabial angle, mentolabial angle, Indonesian

  1. S1-2025-481926-abstract.pdf  
  2. S1-2025-481926-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-481926-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-481926-title.pdf