Laporkan Masalah

Representasi Gender dalam Peribahasa Palestina: Analisis Sosiolingustik

Muhammad Syahdan Hidayat, Dr. Arief Ma`nawi, S.S., M.Hum.

2025 | Tesis | S2 Sastra/Kajian Timur Tengah

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi gender dalam peribahasa Palestina dan menganalisis peran peribahasa tersebut berperan dalam mempertahankan ideologi patriarki di masyarakat Palestina. Data yang digunakan berupa peribahasa Palestina yang bersumber dari ensiklopedia Maus?‘atu al-Am??li asy-Sya‘biyyati al-Fila???niyyati. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data. Data diperoleh melalui metode simak dengan teknik dasar sadap dan teknik lanjutan catat. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan metode padan ekstralingual untuk menafsirkan makna peribahasa berdasarkan konteks sosial dan budaya yang hidup dalam masyarakat Palestina. Hasil analisis disajikan menggunakan metode informal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peribahasa Palestina merepresentasikan perempuan secara negatif, yaitu sebagai sosok yang bodoh, lemah, malas, tidak produktif, dan tidak dapat dipercaya. Perempuan juga digambarkan sebagai individu yang licik, manipulatif, dan pembawa aib bagi keluarga. Sebaliknya, laki-laki ditampilkan secara positif sebagai figur yang kuat, berani, tangguh, bijaksana, bertanggung jawab, produktif, dan layak menjadi pemimpin. Laki-laki juga diposisikan sebagai pelindung dan panutan bagi keluarga maupun masyarakat. Representasi gender dalam peribahasa Palestina sangat dipengaruhi oleh struktur patriarki yang telah mengakar kuat dalam masyarakat Palestina. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa peribahasa Palestina tidak hanya merepresentasikan struktur sosial yang patriarki, tetapi juga menjadi alat ideologis yang menormalisasi ketimpangan gender dan memperkuat dominasi laki-laki dalam masyarakat Palestina.

This study aims to describe gender representation in Palestinian proverbs and analyze the role of these proverbs in maintaining the patriarchal ideology within Palestinian society. The data used in this study consist of Palestinian proverbs sourced from the encyclopedia Maus?‘atu al-Am??li asy-Sya‘biyyati al-Fila???niyyati. The research method includes data collection, data analysis, and presentation of the findings. Data were collected using the observation method with basic techniques of tapping and note-taking The data were then analyzed using a an extralingual equivalent method to interpret the meanings of the proverbs within the social and cultural context of Palestinian society. The findings are presented using an informal method.

The results of the study reveal that Palestinian proverbs portray women negatively, depicting them as foolish, weak, lazy, unproductive, and untrustworthy. Women are also represented as cunning, manipulative, a source of shame for the family, and as objects that need to be controlled. In contrast, men are portrayed positively as strong, brave, resilient, wise, responsible, productive, and worthy of leadership. Men are positioned as protectors and role models for both family and society. Gender representations in Palestinian proverbs are strongly influenced by the deeply rooted patriarchal structure of Palestinian society. Furthermore, the study shows that Palestinian proverbs do not merely reflect this patriarchal structure but also serve as ideological tools that normalize gender inequality and reinforce male dominance in society.

Kata Kunci : representasi, gender, peribahasa Palestina, sosiolinguistik, patriarki

  1. S2-2025-525108-abstract.pdf  
  2. S2-2025-525108-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-525108-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-525108-title.pdf