Laporkan Masalah

Prevalensi Stunting di DIY Tahun 2022: Estimasi Potensi Kerugian Ekonomi Dan Faktor Yang Memengaruhi Prevalensi Stunting

Alifia Meidiana, Prof. Mudrajad Kuncoro, Ph.D

2025 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat 
kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang ditandai dengan panjang atau 
tinggi badannya berada di bawah standar. Tujuan penelitian adalah untuk 
melakukan estimasi kerugian ekonomi akibat stunting pada balita serta 
mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi prevalensi stunting di Daerah 
Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan 
mengolah data sekunder tahun 2022 dari berbagai sumber instansi serta data 
primer dari studi empiris. Hasil estimasi kerugian ekonomi akibat dari stunting 
menunjukkan kehilangan potensi ekonomi sebesar 2 - 9?ri nilai PDRB DIY. 
Anak dan balita yang mengalami stunting cenderung memiliki masalah kesehatan 
yang berkelanjutan, yang mengakibatkan biaya perawatan medis yang tinggi. 
Selain itu, produktivitas mereka di masa dewasa juga terhambat, yang berdampak 
pada penghasilan individu dan pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan. 
Faktor-faktor utama yang memengaruhi stunting meliputi jenis kelamin dan 
praktik pemberian ASI Ekslusif. 
Kata KunciStunting, PDRB , Ekonomi

Stunting is a disorder of growth and development in children resulting from 
chronic malnutrition and recurrent infections, characterized by a length or height 
that falls below established standards. The objective of this study aims to estimate 
the economic losses attributable to stunting among children under five and to 
identify factors influencing the prevalence of stunting in the Special Region of 
Yogyakarta. This research employs a quantitative approach, utilizing secondary 
data from various institutional sources for the year 2022 as well as primary data 
from empirical studies. The estimated economic losses due to stunting indicate a 
loss of economic potential amounting to 2–9% of the Gross Regional Domestic 
Product (GRDP) of Yogyakarta. Children suffering from stunting are prone to 
persistent health problems, which result in high medical care costs. Furthermore, 
their productivity in adulthood is often impaired, which adversely affects 
individual income and the region’s overall economic growth. The main factors 
influencing stunting include gender and exclusive breastfeeding practices. 
KeywordsStunting, GRDP, Economy

Kata Kunci : Stunting, GRDP, Economy

  1. D4-2025-481603-abstract.pdf  
  2. D4-2025-481603-bibliography.pdf  
  3. D4-2025-481603-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2025-481603-title.pdf