Translating Off-Record Politeness in Bridgerton: Subtitling Strategies and Pragmatic Equivalence Analysis
Dinda Sekar Octavianti, Dr. Adi Sutrisno, M.A.
2025 | Tesis | S2 Linguistik
Tesis ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis strategi kesantunan tidak langsung, strategi penerjemahan yang digunakan, serta implikasi dari strategi tersebut terhadap kesepadanan pragmatik dalam takarir bahasa Indonesia serial Netflix Bridgerton. Penelitian ini didasarkan pada teori kesantunan Brown dan Levinson (1987) yang menjadi kerangka dalam mengklasifikasikan strategi kesantunan tidak langsung, teori strategi penerjemahan takarir dari Gottlieb (1992) yang digunakan untuk menganalisis strategi penerjemahan, serta konselp kesepadanan pragmatic dari Baker (2018) yang menjadi acuan dalam mengevaluasi alih makna antarbahasa.
Data dalam penelitian ini berupa tuturan yang mengandung strategi kesantunan tidak langsung yang ditemukan pada takarir bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dalam serial Bridgerton musim pertama. Data dikumpulkan dengan metode analisis isi, dan dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengkaji bagaimana makna disampaikan dalam alih bahasa.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 163 tuturan yang mengandung strategi kesantunan tidak langsung, yang dikategorikan ke dalam 14 subtipe, yaitu: Memberi Petunjuk, Memberi Petunjuk Asosiatif, Praanggapan, Mengecilkan, Membesarkan, Menggunakan Tautologi, Menggunakan Kontradiksi, Ironis, Menggunakan Metafora, Menggunakan Pertanyaan Retoris, Ambigu, Samar, Menggeneralisasi, dan Mengalihkan Lawan Bicara.
Strategi penerjemahan takarir yang paling banyak digunakan dalam menerjemahkan tuturan tersebut adalah alih transfer (34,36%), diikuti oleh parafrase (30,06%), kondendasi (26,99%), pengurangan ekstrim (4,29%), dan perluasan (2,45%). Strategi yang paling jarang digunakan adalah penghapusan, yang hanya muncul sebanyak 1,84?ri total data. Pemilihan strategi penerjemahan takarir berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kesepadanan pragmatik pada teks terjemahan, menghasilkan berbagai tingkat keberhasilan fungsi pragmatik, baik yang sepenuhnya terjaga, sebagian terjaga, maupun hilang.
This thesis aims to identify the types of Off-Record Politeness Strategies, the translation strategies employed, and the implications of these strategies on pragmatic equivalence in the Indonesian subtitles of the Netflix series Bridgerton. The study is grounded in Brown and Levinson’s politeness theory (1987), which serves as the framework for classifying Off-Record Politeness, Gottlieb’s subtitling strategies (1992), which is used to analyse the translation strategies, and Baker’s concept of Pragmatic Equivalence (2018), which guides the evaluation of meaning transfer across languages.
The data in this study consist of utterances containing Off-Record Politeness Strategies found in both the English and Indonesian subtitles of Bridgerton. The data were collected from season one using content analysis methods and analysed through a qualitative approach to examine how meaning is conveyed across languages.
The findings reveal 163 utterances containing Off-Record Politeness Strategies, categorized into 14 subtypes such as Give Hints, Give Association Clues, Presuppose, Understate, Overstate, Tautologies, Use Contradictions, Be Ironic, Use Metaphors, Use Rhetorical Questions, Be Ambiguous, Be Vague, Over-generalize, and Displace the Hearer. The most frequently employed subtitling strategy in translating these utterances is Transfer, accounting for 34.36% of the data. This is followed by Paraphrase (30.06%), Condensation (26.99%), Decimation (4.29%), and Expansion (2.45%). The least used strategy is deletion, which appears in only 1.84% of the data. The choice of subtitling strategy significantly affects the degree of pragmatic equivalence in the target text, resulting in varying outcomes where the pragmatic function is either fully maintained, partially maintained, or lost.
Kata Kunci : subtitling strategies, off-record politeness, pragmatic equivalence, Bridgerton