Kajian spasial permukiman berdasarkan sistem kekerabatan di Dusun Dayu :: Studi kasus Dusun Kayu, Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman
PRIHANTO, Teguh, Dr.Ir. Laretna trisnantari, M.Arch
2004 | Tesis | S2 Teknik ArsitekturDusun Dayu adalah sebuah kawasan yang berada di tepi utara Kota Yogyakarta, yang mana mayoritas masyarakatnya mempunyai ikatan kekerabatan hingga generasi keenam. Secara fisik, ikatan kekerabatan ditunjukkan dengan adanya lahan- lahan di Dusun Dayu yang banyak dimiliki para kerabat generasi IV, baik lahan pekarangan maupun lahan pertanian. Ikatan kekerabatan juga ditunjukkan dengan adanya kelompok rumah yang pemiliknya masih ada hubungan kerabat. Dalam kehidupannya, para kerabat menerapkan beberapa prinsip kekerabatan yang dianut sebagai hukum yang berlaku. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh sistem kekerabatan penduduk lokal, terhadap spasial permukiman kerabat di Dusun Dayu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah rasionalistik. Landasan teori ditentukan dari kajian pustaka yang selanjutnya digunakan dalam mengarahkan kegiatan penelitian di lapangan. Bahan penelitian adalah lahanlahan dan permukiman yang mempunyai indikasi kekerabatan. Dari hasil penelitian dan pembahasan, diperoleh kesimpulan bahwa pengaruh sistem kekerabatan terhadap spasial permukiman penduduk Dayu adalah: Pertama, prinsip kekerabatan menentukan kepemilikan dan sebaran lahan kerabat di Dusun Dayu. Kepemilikan lahan kerabat terjadi melalui sistem waris dari generasi ke generasi. Perkembangan sebaran lahan yang dimiliki kerabat dari generasi II sampai generasi IV, lebih ditentukan oleh prinsip kekerabatan yang memperhitungkan kerabat laki-laki dan perempuan sebagai kerabat termuda. Kedua, sebaran lahan kerabat yang berdasarkan prinsip kekerabatan tersebut menentukan terbentuknya permukiman kerabat. Permukiman kerabat tumbuh secara menyebar (scattered) pada lahan-lahan kerabat yang berdekatan dengan jalan. Sedangkan lahan-lahan kerabat yang berada jauh dari jalan, berupa lahan pertanian. Persebaran permukiman kerabat membentuk kantong-kantong permukiman kerabat di beberapa area Dusun Dayu, hal ini membentuk spasial permukiman dengan model katak lompat (leap frog model). Ketiga Permukiman kerabat lebih ditentukan oleh prinsip kekerabatan yang memperhitungkan kerabat termuda. Di dalam generasi IV, hunian induk kerabat berada di lingkungan permukiman kerabat termuda. Bahkan ada induk kerabat yang tinggal bersama kerabat termuda dalam satu rumah.
Dayu Village is the area residing in north edge of Yogyakarta City, which its societies majority have the kinship till 6th generation. In physical, kinship shown with the existence of farms in Dayu Village which is a lot of owned by all kins of 4th generation, good of lawn and also agriculture farm. Kinship is also shown with the existence of house group which its owners are still have kinship relation. In their life, all kins apply some kinship principles embraced as applicable law. Target which wish reached in this research is to explain the influences of local resident kinship system, to spatial of kin’s settlements in Village Dayu. This research applies rationalistic approach. The basis of theories taken from library research on used in instructing research activities in field. Research substance are farms and settlements where having kinship indications. The result of this research, marginally are: First, kinship principle determine the ownership of and scattering of kin’s farm in Dayu Village. Ownership of kin’s farms determined by inheritance system among generations. Scattering of Kin’s farms from generation II until generation IV, more determined by kinship principles reckoning men kin and woman kin as younger kin. Second, The scattering of kin’s farms which pursuant to the kinship principles determine kin’s settlements. Kin’s settlements grow by scattering at kin’s farms near by way of. While kin’s farms residing in off street are agricultural farms. Spatial of settlements are called leap frog model. Third, Kin’s settlements more determined by kinship principles reckoning younger kin. In generation IV, dwelling of kin mains reside in the younger kin’s settlement environment. May even exist kin mains which omit with younger kin in one house.
Kata Kunci : Permukiman,Pola Spasial,Sistem Kekerabatan, Kin - Kinship – Spatial - Settlements – Farm