Dinamika Luas Penggunaan Lahan Mangrove dan Tambak di Wilayah Pesisir Kabupaten Pemalang Periode 1990-2023
Ashiilah Putri Anggraenie, Dr.rer.nat. Riza Yuliratno Setiawan, S. Kel. M. Sc.
2025 | Skripsi | MANAJ. SUMBER DAYA PERIKANAN
Wilayah pesisir Kabupaten Pemalang memiliki peran strategis dalam pengembangan perikanan budidaya dan ekosistem mangrove. Keduanya saling berkaitan dalam mendukung keseimbangan ekologi dan ekonomi masyarakat pesisir. Selama lebih dari tiga dekade (1990-2023), pemanfaatan lahan pesisir di wilayah ini mengalami dinamika yang signifikan, khususnya pada perluasan tambak budidaya dan penurunan area mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan luas penggunaan lahan tambak dan mangrove di pesisir Kabupaten Pemalang dengan memanfaatkan teknologi pengindraan jauh dan sistem informasi geografis (SIG). Analisis dilakukan secara spasial dan temporal untuk memperoleh gambaran perubahan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak tahun 1990 hingga 2023, terjadi penurunan luas mangrove yang cukup signifikan, terutama akibat alih fungsi lahan menjadi tambak yang berkembang pesat sejak tahun 2000 dan mencapai puncaknya pada tahun 2020, khususnya di Kecamatan Ulujami, Petarukan, dan Taman. Pada beberapa tahun terakhir, luas tambak dan mangrove mengalami penurunan akibat abrasi pantai dan banjir rob.
The coastal area of Pemalang Regency has a strategic role in the development of aquaculture and mangrove ecosystems. Both are interrelated in supporting the ecological and economic balance of coastal communities. For more than three decades (1990-2023), coastal land use in this area has experienced significant dynamics, especially in the expansion of aquaculture ponds and the decline in mangrove areas. This study aims to analyze changes in the area of pond and mangrove land use on the coast of Pemalang Regency by utilizing remote sensing technology and geographic information system (GIS). The analysis was carried out spatially and temporally to obtain an overview of the changes that occurred. The results of the study show that from 1990 to 2023, there has been a significant decline in mangrove area, mainly due to the conversion of land into ponds which has developed rapidly since 2000 and peaked in 2020, especially in Ulujami, Petarukan, and Taman Districts. In recent years, the area of ponds and mangrove has decreased due to coastal abrasion and tidal flooding.
Kata Kunci : Perubahan penggunaan lahan, mangrove, tambak, pesisir, Kabupaten Pemalang, pengindraan jauh, SIG.