PERSEPSI STAKEHOLDER TERHADAP PERENCANAAN KONSEP BLUE ECONOMY DI DESA BENDAR, KECAMATAN JUWANA, KABUPATEN PATI
Cherlys, Surani Hasanati, S.Si., M.Sc.
2025 | Skripsi | PEMBANGUNAN WILAYAH
Desa Bendar, yang terletak di pesisir utara Pulau Jawa dan berbatasan langsung
dengan Sungai Juwana, memiliki ketergantungan tinggi terhadap sumber daya laut
sebagai penggerak ekonomi lokal. Tetapi, intensitas aktivitas masyarakat di sekitar
sungai telah memicu pencemaran lingkungan dan konflik pemanfaatan ruang. Dalam
konteks ini, perencanaan konsep Blue Economy (BE) hadir sebagai pendekatan
alternatif yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan keragaman persepsi stakeholder
terhadap perencanaan konsep BE, serta (2) mengkaji harapan stakeholder dalam
konteks perencanaan konsep BE di Desa Bendar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-induktif dengan teknik
pengumpulan data melalui observasi, in-depth interview, dan telaah data sekunder.
Informan dipilih menggunakan metode snowball yang menghasilkan 18 informan
hingga mencapai titik jenuh. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak NVivo
untuk mengorganisasi unit informasi dan membentuk tema melalui proses triangulasi
sumber. Persepsi stakeholder terhadap konsep BE mencerminkan keselarasan dengan
pendekatan pembangunan berkelanjutan tingkat global, nasional, dan regional, yaitu
pemanfaatan sumber daya laut secara bijak, inovatif, efisien, dan ramah lingkungan.
Sementara itu, harapan stakeholder meliputi sosialisasi yang inklusif, kolaborasi lintas
sektor, perencanaan jangka panjang yang konsisten, peningkatan kesejahteraan
masyarakat, serta integrasi prinsip keberlanjutan ke dalam agenda pembangunan desa.
Temuan ini menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dan sinergi antar
stakeholder untuk mewujudkan konsep BE sebagai strategi pembangunan ekonomi
pesisir yang berkelanjutan.
Bendar Village, located on the northern coast of Java Island and directly
bordering the Juwana River, is highly dependent on marine resources as a driver of
the local economy. However, the intensity of community activities around the river has
triggered environmental pollution and spatial use conflicts. In this context, the
planning of the Blue Economy (BE) concept emerges as an alternative approach that
balances economic growth with environmental sustainability. This study aims to: (1)
describe the diversity of stakeholder perceptions regarding BE planning, and (2)
examine stakeholder expectations in the context of BE planning in Bendar Village. A qualitative-inductive approach was employed, with data collected through
observation, in-depth interviews, and secondary data analysis. Informants were
selected using the snowball sampling method, resulting in 18 participants until data
saturation was reached. Analysis was conducted using NVivo software to organize
information units and develop themes through source triangulation. Stakeholder perceptions of the BE concept reflect alignment with global,
national, and regional sustainable development approaches, emphasizing the wise,
innovative, efficient, and environmentally friendly use of marine resources.
Stakeholder expectations include inclusive socialization, cross-sector collaboration,
consistent long-term planning, improved community welfare, and the integration of
sustainability principles into village development agendas. These findings underscore
the importance of active community participation and stakeholder synergy in realizing
the BE concept as a strategy for sustainable coastal economic development.
Kata Kunci : Kata kunci: persepsi, stakeholder, perencanaan, blue economy, Desa Bendar / Keywords: perception, stakeholders, planning, blue economy, Bendar Village