STUDI KEANEKARAGAMAN, POLA SEBARAN DAN KELIMPAHAN CAPUNG (Ordo: Odonata) DI PULAU LOMBOK
Lalu Edwin Arwana, Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Biologi
Pulau
Lombok sebagai zona peralihan di Indonesia memiliki potensi keanekaragaman
hayati yang signifikan, namun terancam oleh aktivitas antropogenik seperti
deforestasi, pertambangan, dan perkembangan pariwisata. Capung merupakan
serangga yang responsif terhadap perubahan lingkungan dan dapat ditemukan
diberbagai tempat termasuk Pulau Lombok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
tingkat keanekaragaman, pola sebaran, dan kelimpahan capung di Pulau Lombok.
Penelitian ini menggunakan metode transek garis dan visual day flying untuk
mencatat spesies serta jumlah individu capung yang ditemukan. Hasil analisis
kualitas fisik-kimia perairan menunjukkan bahwa sungai di Pulau Lombok masih
memenuhi kriteria standar mutu air. Indeks keanekaragaman capung yang diperoleh
sebesar 2,67 dikategorikan sedang dengan pola sebaran mengelompok dengan nilai 1,03.
Spesies Euphaea lara lombockensis memiliki kelimpahan dominan sebesar
16,79%, sementara kelimpahan terendah tercatat pada Tramea eurybia, Tholymis
tillarga, dan Orthetrum testaceum soembanum (0,25%). Indeks nilai
penting tertinggi diraih oleh Orthetrum sabina sebesar 109,57%,
sedangkan nilai terendah 20,5% ditemukan pada tiga spesies tersebut. Temuan ini
menunjukkan bahwa kondisi keanekaragaman, pola sebaran, dan kelimpahan capung
di Pulau Lombok relatif baik, meskipun tetap dipengaruhi oleh variasi kondisi lingkungan
di habitatnya.
Lombok
Island, as a transitional zone in Indonesia, possessed significant biodiversity
potential but was threatened by anthropogenic activities such as deforestation,
mining, and tourism development. Dragonflies are insects that respond
sensitively to environmental changes and can be found in various habitats,
including Lombok Island. This study aimed to determine the diversity,
distribution patterns, and abundance of dragonflies in Lombok. The research
employed line transect and visual day flying methods to record dragonfly
species and count the number of individuals observed. The results of the
physico-chemical analysis of river water showed that the rivers in Lombok still
met the established water quality standards. The dragonfly diversity index was
2.67, categorized as moderate, with a clustered distribution pattern (1.03). Euphaea
lara lombockensis was recorded as the most abundant species, with a
dominance percentage of 16.79%, while the lowest abundance was observed for Tramea
eurybia, Tholymis tillarga, and Orthetrum testaceum soembanum,
each at 0.25%. The highest important value index was recorded for Orthetrum
sabina at 109.57%, while the lowest value of 20.5% was found in those three
species. These findings indicate that the diversity, distribution patterns, and
abundance of dragonflies in Lombok remain relatively good, although still
influenced by variations in environmental conditions within their habitats.
Kata Kunci : Bioindikator, Capung, Keanekaragaman, Kelimpahan, Pola Sebaran