Formulasi Matriks Biosensor Antosianin Berbahan Dasar Kitosan-Carobxymethyl Cellulose sebagai Indikator Kesegaran Udang
DAFFA HAFARA, Dr. Prihati Sih Nugraheni, S.Pi., M.P.
2025 | Skripsi | TEKNOLOGI HASIL PERIKANAN
Antosianin merupakan zat warna alami yang berperan sebagai biosensor karena sensitivitasnya yang baik terhadap perubahan keasaman dan sesuai untuk deteksi kemunduran mutu produk perikanan. Antosianin agar dapat bekerja baik sebagai biosensor memerlukan komponen lain yaitu matriks sebagai media perlekatan. Matriks yang baik bersifat stabil pada berbagai pH, tidak berwarna, dan memiliki karakteristik mekanis yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi antosianin terhadap kemampuan matriks sebagai biosensor kesegaran udang. Formula matriks biosensor yang digunakan adalah kitosan 2?n carboxymethyl cellulose 0.5?ngan rasio volume 10:1 kemudian ditambah plasticizer berupa gliserol 0.5 ml. Antosianin ditambahkan dengan konsentrasi bervariasi (0%, 0.5%, 1.0%, 1.5%, 2.0%, dan 2.5%). Karakteristik matriks biosensor yang diuji meliputi ketebalan, kadar air, kelarutan, WVTR, dan sensitivitas warna. Pengaplikasian matriks biosensor antosianin dilakukan dengan menggunakan udang segar. Penambahan antosianin 2.0% menghasilkan matriks biosensor dengan sifat mekanis dan sensitivitas warna yang baik sehingga berpotensi digunakan sebagai kemasan pintar.
Anthocyanins are natural dyes that act as biosensors because of their great sensitivity to changes in acidity and are suitable for quality deterioration detection of fishery products. Anthocyanin, in order to work well as a biosensor, requires another component, namely a matrix as an attachment medium. A good matrix is stable at various pH levels, colorless, and has good mechanical characteristics. This study aims to determine the effect of the addition of anthocyanin concentration on the ability of the biosensor matrix as an indicator of the freshness of shrimp quality. The biosensor matrix formula used was 2% chitosan and 0.5?rboxymethyl cellulose with a volume ratio of 10:1 then added with 0.5 ml of glycerol as plasticizer. Anthocyanins were added with varying concentrations (0%, 0.5%, 1.0%, 1.5%, 2.0%, and 2.5%). The biosensor matrix characteristics tested included thickness, moisture content, solubility, WVTR, and color sensitivity. Application of the anthocyanin biosensor matrix was done using fresh shrimp. The addition of 2.0% anthocyanin resulted in a biosensor matrix with good mechanical properties and color sensitivity that could potentially be used as smart packaging.
Kata Kunci : antosianin, biosensor, kitosan, carboxymethyl cellulose, matriks