Laporkan Masalah

Analisis Pusat Pertumbuhan Ekonomi dan Autokorelasi Spasial di Kawasan Gerbangkertosusila, Jawa Timur Tahun 2014-2023

Arum Lintang Alim, Prof. Mudrajad Kuncoro, Ph.D.

2025 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN

Kawasan Gerbangkertosusila (GKS) mencakup 7 administrasi wilayah yaitu Kabupaten Gresik, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Lamongan. Dengan sumbangsih Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) besar bagi Jawa Timur diharapkan mampu mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi bagi wilayahnya sendiri maupun bagi kawasan sekitarnya. Namun demikian, dalam perkembangannya Kawasan GKS menghadapi kesenjangan pembangunan antar daerah, lonjakan urbanisasi, serta munculnya lokasi-lokasi industri baru. Untuk mencapai proses pengembangan wilayah yang merata dan berkelanjutan, diperlukan analisis lebih lanjut mengenai bagaimana pusat pertumbuhan mampu berdampak pada wilayah tetangga menggunakan analisis autokorelasi spasial. Adapun alat analisis yang digunakan yaitu Tipologi Klassen, Indeks Moran’s I Lokal, dan Geographic Information System (GIS). Data yang menjadi basis penelitian merupakan data sekunder time series 2014-2023 yang didapatkan dari Badan Pusat Statistik kabupaten/kota Kawasan GKS dan Jawa Timur. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik merupakan pusat pertumbuhan Kawasan GKS yang memiliki arah perkembangan efek limpahan ke potensi pusat pertumbuhan sekunder yaitu Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Mojokerto. Secara umum, perkembangan pusat pertumbuhan menyebar ke arah barat daya dan Kabupaten Mojokerto dimungkinkan menjadi efek dari pusat pertumbuhan sekunder. Terdapat autokorelasi spasial dengan pola mengelompok di kawasan ini, dengan hotspot Kota Surabaya dan coldspot di Kabupaten Bangkalan. Hasil analisis sesuai dengan Perpres No. 66 Tahun 2022 bahwa Kota Surabaya sebagai kawasan perkotaan inti dan wilayah lainnya sebagai kawasan perkotaan di sekitarnya. Adapun menurut Teori Center Periphery Model oleh Friedman, Kawasan GKS berada pada fase 3 yang artinya kawasan ini membentuk struktur polisentris.

The Gerbangkertosusila (GKS) area covers 7 administrative regions, namely Gresik Regency, Bangkalan Regency, Mojokerto Regency, Mojokerto City, Surabaya City, Sidoarjo Regency, and Lamongan Regency. With a substantial Gross Regional Domestic Product (GRDP) contribution to East Java, it is expected to accelerated economic growth for its own region and for the surrounding area. However, in its development, the GKS region faces development gaps between regions, a surge in urbanisation, and the emergence of new industrial locations. To achieve an equitable and sustainable regional development process, further analysis is needed on how growth centres are able to impact neighbouring regions using spatial autocorrelation analysis. The analytical tools used are Klassen Typology, Local Moran's I Index, and Geographic Information System (GIS). The data used as the basis of the research is secondary time series data 2014-2023 obtained from the Central Bureau of Statistics of the district / city of the GKS Region and East Java. The results of the analysis show that Surabaya City and Gresik Regency is the growth centre of the GKS Region which has regional spillover effects to potential secondary growth centres, namely Sidoarjo Regency and Mojokerto Regency. In general, the development of growth centres spreads to the southwest until Mojokerto Regency secondary growth centres. There is spatial autocorrelation in this area, with a hotspot in Surabaya City and a coldspot in Bangkalan Regency. The results of the analysis are in accordance with Presidential Regulation No. 66 Year 2022 that Surabaya City is the core urban area and other areas are the surrounding urban areas. According to Friedman's Centre Periphery Model Theory, the GKS Region is in phase 3, which means that this region forms a polycentric structure.

Kata Kunci : usat Pertumbuhan, Kawasan GKS, Autokorelasi Spasial, Efek Limpahan/Growth Centre, GKS Region, Spatial Autocorrelation, Spillover Effect

  1. D4-2025-483085-abstract.pdf  
  2. D4-2025-483085-bibliography.pdf  
  3. D4-2025-483085-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2025-483085-title.pdf