Pengaruh Investasi, Pengeluaran Pemerintah, dan Struktur Ekonomi terhadap Kesempatan Kerja, Pendapatan Perkapita dan Ketimpangan Pendapatan: Provinsi Jawa Barat 2017-2024
Yuliwindarti, Prof. Mudrajad Kuncoro, Ph.D.
2025 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN
Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis hubungan simultan antara investasi,
pengeluaran pemerintah, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kepadatan penduduk,
jumlah industri, kesempatan kerja, pendapatan perkapita, dan ketimpangan
pendapatan di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan
ekonometrika dengan metode estimasi Three Stage Least Square (3SLS) pada
model persamaan simultan dengan menggunakan data panel 27 kabupaten/kota yang
ada di Provinsi Jawa Barat dari tahun 2017-2024 yang disusun berdasarkan teori
pembangunan ekonomi dan hipotesis Kuznets. Hasil penelitian menunjukkan adanya
hubungan simultan antar variabel kesempatan kerja, pendapatan perkapita, dan
ketimpangan pendapatan. Investasi dan pengeluaran pemerintah berpengaruh
negatif namun tidak signifikan terhadap peningkatan kesempatan kerja,
menunjukkan bahwa keduanya belum efektif dalam menciptakan lapangan kerja.
Sebaliknya, pendapatan per kapita dipengaruhi secara positif oleh IPM dan
jumlah industri. Ketimpangan pendapatan meningkat seiring naiknya IPM dan
kemiskinan, namun menurun dengan meningkatnya kesempatan kerja dan pendapatan
per kapita. Temuan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat
belum inklusif, karena manfaatnya belum dirasakan secara merata. Selain itu,
pola hubungan antara pendapatan perkapita dan ketimpangan di Jawa Barat tidak
sesuai dengan kurva Kuznets, bahkan cenderung membentuk pola huruf U. Implikasi
dari penelitian ini menekankan pentingnya pembangunan ekonomi yang berorientasi
pada pemerataan, peningkatan kualitas tenaga kerja, dan perencanaan kebijakan
fiskal yang mendukung sektor-sektor produktif serta kelompok masyarakat rentan.
Selain itu, penelitian ini mengindikasikan bahwa upaya peningkatan kualitas
sumber daya manusia melalui IPM dan penciptaan kesempatan kerja dapat menjadi
strategi efektif dalam mengurangi ketimpangan pendapatan di Jawa Barat
This study aims to
analyze the simultaneous relationship between investments, government
expenditure, the Human Development Index (HDI), population density, number of
industries, employment opportunities, economic growth, and income inequality in
West Java Province. We employed the Three-Stage Least Squares (3SLS) estimation
method on a simultaneous equation model with panel data from 27
districts/cities in West Java Province, from 2017 to 2024. The model is based
on economic development theories and the Kuznets hypothesis. The results reveal
a simultaneous relationship among employment opportunities, GRDP per capita,
and income inequality. Investment and government spending have a negative but
insignificant effect on employment, indicating limited effectiveness in job
creation. In contrast, per capita income is positively influenced by HDI and
the number of industries. Income inequality rises with higher HDI and poverty
levels but declines as employment and income increase. These findings suggest
that economic growth in West Java remains non-inclusive, with uneven
distribution of its benefits. Moreover, the relationship between GRDP per capita
and inequality in West Java challenge the Kuznets interved U curve. Instead, our
findings show that gini index and GRDP per capita form a U-shaped pattern. The
implications of this study highlight the importance of development policies
that focus on equity, improving labor quality, and fiscal planning that
supports productive sectors and vulnerable groups. Furthermore, enhancing human
capital through HDI improvements and job creation may serve as effective
strategies for reducing income inequality in West Java.
Kata Kunci : Model simultan, 3SLS, Kesempatan kerja, Pendapatan perkapita, Ketimpangan pendapatan, Kuznets