Analisis Pendapatan dan Pengeluaran Rumah Tangga Nelayan Pancing Ulur di Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi Kabupaten Trenggalek
Devi Ayu Safrida, Prof. Suadi, S.Pi., M.Agr.Sc., Ph.D.
2025 | Skripsi | MANAJ. SUMBER DAYA PERIKANAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil sosial ekonomi, pendapatan, pengeluaran, dan kemampuan pendapatan memenuhi pengeluaran rumah tangga berdasarkan Nilai Tukar Nelayan (NTN). Penelitian dilakukan pada bulan Januari hingga Februari 2025 menggunakan metode survei di Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi Kabupaten Trenggalek. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan observasi. Jumlah sampel sebanyak 100 responden berdasarkan rumus slovin. Responden terdiri dari 50 pemilik kapal dan 50 Anak Buah Kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rentang umur nelayan antara 24-59 tahun sebesar 91% atau mayoritas berusia produktif, tingkat pendidikan masih tergolong rendah yaitu sekolah dasar (SD) sebesar 42?ngan jumlah anggota keluarga 4 orang (40%). Sebagian besar rumah nelayan menggunakan lantai keramik (79%), bahan utama dinding semen (100%) dengan jumlah kamar tidur tertinggi adalah 3 kamar (59%), daya listrik 450-900 VA (97%), akses air bersih dari sumur sebesar (75%), dan jumlah alat transportasi 2 sebesar 47%. Rata-rata pendapatan nakhoda/pemilik kapal dan ABK masing-masing sebesar Rp109.187.127 dan Rp57.094.880 per tahun. Rata-rata pengeluaran nakhoda/pemilik kapal dan ABK masing-masing sebesar Rp64.704.587 dan Rp44.956.040 per tahun. Nilai Tukar Nelayan nakhoda/pemilik kapal adalah 1,69 dan Nilai Tukar Nelayan Anak Buah Kapal (ABK) adalah 1,27. Dengan demikian pendapatan rumah tangga nelayan pancing ulur dapat menutup pengeluaran rumah tangga. Pendapatan perikanan dapat menutup biaya operasional untuk kegiatan penangkapan selanjutnya dan pengeluaran konsumsi rumah tangga.
This study aims to describe the socio-economic profile, cost-revenue, and welfare level of handline fishermen based on the Fisherman’s Exchange Rate (NTN). The study was conducted from January to February 2025 using a survey method at Prigi fishing port, Trenggalek Regency. Primary data was collected through interviews using questionnaires and direct observation. The sample consisted of 100 respondents that were randomly selected. The respondents included 50 nakhoda (fishing vessel owners) and 50 crew members (ABK). The results showed that 91% of the fishermen were between 24 and 59 years old (productive age). The level of education remains relatively low, with 42% of respondents being elementary school graduates and 40% of households having four family members. Most respondents’s houses use ceramic tile flooring (79%), walls made entirely of cement (100%), three bedrooms (59%), electricity power of 450-900 VA (97%), clean water sourced from wells (75%), and 47% own two modes of transportation. The average annual revenue of captains/fishing vessel owners and crew members (ABK) is Rp109,187,127 and Rp57,094,880, respectively. Their yearly expenses amount to Rp64,704,587 for captains/fishing vessel owners and Rp44,956,040 for crew members (ABK). The Fishermen’s Exchange Rate (NTN) for captains/fishing vessel owners was 1.69, while for crew members it was 1.27. These results indicate that the household income of handline fishermen exceeds their household expenditure, suggesting that handline fishermen can be considered economically well-off. Fishery income can cover operational costs for further fishing activities and household consumption expenses.
Kata Kunci : Pendapatan, Nilai Tukar Nelayan, PPN Prigi, nelayan, pancing ulur