Laporkan Masalah

Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan tulang punggung pembangunan daerah Kabupaten Sleman

HANUM, Siti Latifah, Dr. Hj. Siti Ismijati Jenie, SH.,CN

2004 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan)

Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui penerapan sistem self assessment dalam pemungutan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan di Kabupaten Sleman dilihat dari aspek yuridis, 2) untuk mengetahui pelaksanaan law enforcement dalam pemungutan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan di Kabupaten Sleman dilihat dari aspek yuridis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum empiris, yaitu penelitian hukum yang didasarkan pada data yang diperoleh secara langsung dari masyarakat. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling (sampling acak sederhana). Data yang diperoleh akan dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Penerapan sistem self assessment dalam pemungutan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan di Kabupaten Sleman dilihat dari aspek yuridis sudah cukup baik, karena beberapa Wajib Pajak dan Notaris/ Pejabat Pembuat Akta Tanah telah mengetahui cara penghitungannya, sehingga mereka bisa menghitung sendiri, namun akibat kurangnya sosialisasi, masyarakat umum selain wajib pajak tidak mengetahui adanya kebijakan pemerintah mengenai self assessment tersebut; 2) pelaksanaan law enforcement dalam pemungutan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan di Kabupaten Sleman dilihat dari aspek yuridis sudah baik. Indikatornya adalah tidak pernah ada petugas maupun Wajib Pajak yang sampai mendapatkan sanksi, namun jika dilihat dari mayoritas penduduk pedesaan di Kabupaten Sleman, umumnya mereka tidak mengetahui adanya kebijakan law inforcement.

The objective of this research is to find out the implementation of the self assessment system in duty on land and building right in Sleman regency based on juridical aspect; and to find out the fulfill went of the law enforcement in the collection of duty on land and building right in Sleman regency based on juridical aspect. The method us in this research is empirical law research, it is law research due the direct collective data from the society. It uses secondary and primary data. The sample was obtained by a technical called simple random sampling. The obtained data will be analyzed qualitatively and quantitatively. The research result are: 1) the implementation of self assessment in duty on land and building right in Sleman regency based on juridical aspect is quite good, because some of the tax-payer and the notary of land acte have find out the count system, therefore they can count it by themselves, but it caused the lack of socialization, people who are not the tax-payer do not realize the government policy of the self assessment; 2) the fulfillment of law enforcement in the collection of duty on land and building right in Sleman regency based on juridical aspect is quite good. The indicator is that there is no officer or tax-payer who get a suspection, but if we look from the majority of urban people in Sleman regency, they usually do not find out of the law enforcement.

Kata Kunci : Hukum,Pemungutan Pajak,Hak Atas Tanah dan Bangunan, duty on land and building right, Self Assessment, Law Enforcement, Sleman regency


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.