Laporkan Masalah

Nekroekologi dan Nekropolitik dalam Novel Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut

Nur Hamida, Dr. Sudibyo, M.Hum.

2025 | Tesis | S2 Sastra

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana berbagai bentuk nekroekologi,  nekropolitik serta perlawanan yang dilakukan terhadapnya dalam novel Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut karya Dian Purnomo. Novel ini mengisahkan tentang pertambangan yang ada di Sangihe, yang tak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan melainkan juga hilangnya ruang hidup masyarakat adat. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, dengan menggunakan buku teori Necropolitics Achille Mbembe sebagai objek formal dan fokalisasi Mieke Bal sebagai teori bantuan. 
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa berbagai kerusakan lingkungan yang terjadi sebagaian besar disebabkan oleh peran sentral kapital yang berisi koalisi antara perusahaan dan juga negara,  melalui berbagai proyek dan juga kegiatan ektrativisme. Melalui fokalisator Mirah, seorang pekerja yang ditugaskan di Sangihe, ia menggambarkan bagaimana nekroekologi sejatinya merupakan hasil akhir dari serangkaian proses panjang sebelumnya. Proses itu meliputi perampasan tanah adat, pelanggaran hak-hak masyarakat adat dan juga pembungkaman lembaga lingkungan hidup. Bahkan ‘pembiaran’ terhadap berbagai pertambangan rakyat. Dalam prosesnya, negara dan juga perusahaan seringkali menggunakan berbagai kekerasan, teror, perang hingga tautan permusuhan. Hal tersebut menimbulkan respon berupa perlawanan yang dilakukan oleh masyarakat baik itu perlawanan secara fisik, hukum dan juga menggunakan berbagai adat dan budaya. Selain itu, kepercayaan masyarakat Sangihe mengenai bencana alam sebagai ‘cara’ Tuhan berkomunikasi kepada mereka yang berbuat dosa juga menjadi bagian dari perlawanan dalam novel ini. 


This study aims to determine how various necropolitical actions can cause necroecology or environmental damage, as well as resistance to in Dian Purnomo’s nove entitled Perempuan yang Menunggu di Lorong Menuju Laut. This novel tells the story of mining in Sangihe, which not only causes environmental damage but also the loss of indigenous peoples’ living space. This research is descriptive and qualitative, using Achillle Mbembe’s book Nekcropolitics as the formal object and Mieke Bal’s theory of focalisation as the supporting theory.

The result of the research show that most of environmental damage that occurs is caused by the central role of capital, which consists of a coalition between companies and the state through various extractive projects and activities. Through a focus on Mirah, a worker assigned to Sangihe, she describes how necroecology is actually the end result of a series of previous processes. The processes include the seizure of indigenous peoples’ land, violations of indigenous peoples rights, and the suppression of enviornmental institutions, Even “neglect” of various small-scale mining operations. In the process, the state an companies often resort to violence, terror, war, and even hostility. This triggers resistance from the community, both pshysically and legally, as well as through various customs and cultures. Additionally the belief of the Sangihe peopeles that natural disasters are God’s way of communicating with those who have sinned aslo forms part of the resistance in this novel


Kata Kunci : Nekroekologi, Nekropolitik, Fokalisasi, Perlawanan

  1. S2-2025-526539-abstract.pdf  
  2. S2-2025-526539-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-526539-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-526539-title.pdf