Laporkan Masalah

Analisis Tingkat Kesejahteraan Nelayan Jaring Insang Berdasarkan Nilai Tukar Nelayan Di Kelurahan Tegalkamulyan Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap

Etika Pangesti Nasetya, Prof. Suadi, S.Pi., M.Agr.Sc., Ph.D

2025 | Skripsi | MANAJ. SUMBER DAYA PERIKANAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan nelayan jaring insang di Kampung Nelayan Tegalkamulyan Cilacap dengan menggunakan perhitungan Nilai Tukar Nelayan. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif deskriptif dan dilaksanakan pada Desember 2024-Januari 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa nelayan jaring insang di wilayah penelitian tergolong sejahtera, dengan nilai NTN sebesar 1,01 untuk kelompok pemilik-nakhoda dan 1,06 untuk kelompok nelayan ABK.  Dari total responden nelayan ABK sebanyak 60 orang, sebanyak 19 orang (31,67%) memiliki NTN < 1>1, dan 1 orang (1,67%) memiliki NTN=1. Kelompok nakhoda-pemilik dengan total 20 orang, sebanyak 8 orang (40%) berada dalam kategori NTN < 1> 1. Diketahui bahwa faktor penghambat kesejahteraan nelayan dibagi menjadi dua faktor, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal meliputi perubahan iklim dan cuaca, serta kerusakan lingkungan. Sedangkan, faktor internal adalah kurangnya akses pemodalan bagi nelayan dan rendahnya diversifikasi usaha sampingan. Juga terdapat faktor pendukung yang juga dapat menjadi strategi dalam mengupayakan kesejahteraan nelayan, diantaranya adalah adanya Kelompok Usaha Bersama (KUB), program bantuan pemerintah, serta usaha sampingan nelayan.

This study aims to determine the level of welfare of gillnet fishermen in Tegalkamulyan Cilacap Fishermen's Village using the Fishermen's Exchange Rate calculation. The study was conducted using a descriptive quantitative method and conducted from December 2024 to January 2025. The results of the analysis showed that gillnet fishermen in the study area were classified as prosperous, with an NTN value of 1.01 for the owner-skipper group and 1.06 for the ABK fishermen group. Of the total respondents of ABK fishermen of 60 people, 19 people (31.67%) had NTN <1>1, and 1 person (1.67%) had NTN=1. The captain-owner group with a total of 20 people, 8 people (40%) were in the NTN <1>1. It is known that the factors inhibiting fishermen's welfare are divided into two factors, namely external factors and internal factors. External factors include climate and weather changes, as well as environmental damage. Meanwhile, internal factors are the lack of access to capital for fishermen and low diversification of side businesses. There are also supporting factors that can also be a strategy in seeking fishermen's welfare, including the existence of Kelompok Usaha Bersama (KUB), government assistance programs, and fishermen's side businesses.

Kata Kunci : Tingkat Kesejahteraan Nelayan, Tegalkamulyan, Jaring Insang, Nilai Tukar Nelayan.

  1. S1-2025-482597-abstract.pdf  
  2. S1-2025-482597-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-482597-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-482597-title.pdf