Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Dan Hubungannya Dengan Luaran Klinis Serta Lama Rawat Inap Pasien Di Rsud Dr. Rehatta Jepara
Eny Munfarida, 3. Prof. Dr. apt. Ika Puspita Sari, S.Si., M.Si. ;4. Prof. dr. Titik Nuryastuti, M.Si., PhD., Sp.MK(K)
2025 | Tesis | S2 Mag.Farmasi Klinik
Latar Belakang : Penggunaan antibiotik yang tidak rasional meningkatkan kemungkinan resistensi antibiotik yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Hubungan rasionalitas antibiotik terhadap luaran klinis dan lama rawat inap pasien masih perlu dipelajari lebih lanjut.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara rasionalitas penggunaan antibiotik dengan luaran klinis dan lama rawat inap pasien di RSUD dr. Rehatta Jepara.
Metode Penelitian: Rancangan penelitian ini menggunakan metode observasional
deskriptif dan analitik dengan desain kohort retrospektif. Subjek penelitian yaitu semua pasien bangsal penyakit dalam dan anak periode 1 Januari 2023 - 31 Desember 2023 yang menggunakan antibiotik ? 72 jam. Besar sampel 88 per kelompok diambil secara metode sampel acak sederhana. Analisis rasionalitas antibiotik secara kualitatif menggunakan metode Gyssens dan analisis data untuk melihat hubungan antara rasionalitas dengan luaran klinis serta lama rawat inap dilakukan dengan uji Fisher’s atau Chi Square. Apabila data lama rawat inap dalam bentuk numerik, maka digunakan uji Mann-Whitney. Analisis variabel perancu menggunakan analisis multivariat regresi logistik atau linier.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 223 regimen antibiotik, 28,7% diberikan secara rasional dan 71,3% diberikan tidak rasional. Kategori tidak rasional paling banyak adalah IVA (pemilihan antibiotik yang kurang efektif) sebesar 29,1% diikuti kategori V (pemberian tanpa indikasi) sebesar 17,8%, IIA (dosis tidak tepat) 10,0%, IIB (interval tidak tepat) 9,6%, IIC (rute tidak tepat) 1,7% IIIA (durasi terlalu lama) 1,7?n IIIB (durasi terlalu singkat) 1,3%. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara rasionalitas penggunaan antibiotik dengan luaran klinis dengan nilai p=0,234 (p>0,05) maupun lama rawat inap pasien baik secara kategorik maupun numerik dengan nilai p secara berturut-turut nilai p=0,824 dan p=0,900 (p>0,05).
Kesimpulan: Rasionalitas penggunaan antibiotik tidak berhubungan dengan perbaikan klinis pasien dan lama rawat inap di rumah sakit.
Kata Kunci: Antibiotik, rasionalitas, luaran klinis, lama rawat inap
Background:
Irrational use of antibiotics increases the likelihood of antibiotic resistance
which is harmful to public health . The relationship of antibiotic rationality
to clinical outcomes and length of hospitalization of patients still needs to
be studied further.
Objective:
This study aims to determine the relationship between the rationality of
antibiotic use and clinical outcomes and length of stay at dr. Rehatta Hospital
Jepara.
Research
Methods: This research design uses observational
methods, descriptive and analytic methods with a retrospective cohort design.
The study subjects were all internal medicine and pediatric ward patients for
the period January 1, 2023 - December 31, 2023 who used antibiotics ? 72 hours.
The sample size of 88 per group was taken by simple random sampling method. Qualitative
analysis of antibiotic rationality used the Gyssens method and data analysis to
see the relationship between rationality with clinical outcomes and length of
hospitalization was carried out using Fisher's test or Chi Square. If the
length of hospitalization data was numerical, the Mann-Whitney test was used.
Analysis of confounding variables used multivariate logistic or linear
regression analysis.
Results:
The results showed that out of 223 antibiotic regimens, 28,7% were given
rationally and 71,3% were given irrationally. The most irrational category was
IVA (selection of ineffective antibiotics) at 29,1% followed by category V
(administration without indication) at 17,8%, IIA (inappropriate dose) 10,0%,
IIB (inappropriate interval) 9,6%, IIC (inappropriate route) 1,7% IIIA
(duration too long) 1,7% and IIIB (duration too short) 1,3%. The results of
statistical analysis showed there was no significant relationship between the
rationality of antibiotic use with clinical outcomes with a value of p=0,234
(p>0,05) or the length of hospitalization of patients both categorically and
numerically with p values respectively p=0,824 and p=0,900 (p>0,05).
Conclusion:
Rationality of antibiotic use is not associated with clinical improvement and
length of hospital stay.
Kata Kunci : Kata Kunci: Antibiotik, rasionalitas, luaran klinis, lama rawat inap / Keywords: antibiotics, rationality, clinical outcome, length of stay