Laporkan Masalah

Isolasi Dan Karakterisasi Kolagen Dari Kulit Domba Garut Menggunakan Enzim Protease Dari Aspergillus oryzae

Isna Duria Halwa, Prof. Ir. Yuny Erwanto, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM

2025 | Skripsi | ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi kolagen dari kulit domba Garut menggunakan enzim protease dari Aspergillus oryzae dengan 4 perlakuan waktu perendaman NaOH, yaitu 1, 8, 15, dan 22 jam. Karakterisasi kolagen yang diuji meliputi rendemen, pH, viskositas, berat molekul dengan Sodium Dodecyl Sulfate Polyacrylamide Gel Electrophoresis (SDS-PAGE), analisis Differential Scanning Calorimetry (DSC), Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dan analisis variansi Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah, dan jika terdapat perbedaan yang signifikan dilanjutkan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT), Hasil penelitian terhadap rendemen menunjukkan adanya perbedaan  nyata dari masing-masing perlakuan waktu perendaman NaOH berturut-turut 25,77 ± 2,07%; 23,78 ± 1,30%; 16,20 ± 0,59%; 15,31 ± 0,15%. Nilai pH yang diukur menunjukkan perbedaan yang nyata yaitu 5,60 ± 2,0; 4,83 ± 0,15; 4,60 ± 0,10; 4,80 ± 0,10; dan untuk kolagen komersial 6,10 ± 0,10. Viskositas yang dihasilkan berkisaran 1, 94 sampai 2,42 cP. Hasil analisis gugus fungsional FTIR menunjukkan adanya wilayah serapan amida A, B, I, II, dan III secara jelas. Analisis stabilitas panas DSC menunjukkan suhu pelelehan yang beragam antara 145,43 sampai 170,22ºC. Berat molekul terdapat tiga pita utama yang terdiri dari alfa 1 dan alfa 2 dari kolagen tipe I serta rantai beta. Rantai alfa 1 dan alfa 2 memiliki berat molekul sekitar 100-140 kDa, sedangkan rantai beta sekitar 245 kDa. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan perendaman NaOH 1 jam menghasilkan rendemen terbaik yang berbanding lurus dengan karakteristiknya. 

This study aimed to isolate and characterize collagen from Garut sheep skin using protease enzymes from Aspergillus oryzae, with four NaOH soaking time treatments: 1, 8, 15, and 22 hours. The collagen characterization parameters included yield, pH, viscosity, molecular weight using Sodium Dodecyl Sulfate Polyacrylamide Gel Electrophoresis (SDS-PAGE), Differential Scanning Calorimetry (DSC), and Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). The data obtained were analyzed descriptively and qualitatively, followed by a one-way analysis of variance (Completely Randomized Design/CRD). If significant differences were found, Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT) was conducted.The results showed that collagen yield differed significantly among soaking durations, with values of 25.77 ± 2.07%, 23.78 ± 1.30%, 16.20 ± 0.59%, and 15.31 ± 0.15%, respectively. The measured pH values also showed significant differences namely 5.60 ± 2.0, 4.83 ± 0.15, 4.60 ± 0.10, and 4.80 ± 0.10, while the commercial collagen showed a pH of 6.10 ± 0.10. The resulting viscosity ranged from 1.94 to 2.42 cP. FTIR functional group analysis revealed clear absorption regions corresponding to amides A, B, I, II, and III. DSC thermal stability analysis indicated melting temperatures ranging from 145.43°C to 170.22°C. The SDS-PAGE analysis showed three main protein bands corresponding to the alfa 1 and alfa 2 chains of type I collagen and the beta chain. The alfa 1 and alfa 2 chains had molecular weights of approximately 100–140 kDa, while the beta chain was approximately 245 kDa. Based on the research conducted, it can be concluded that soaking in NaOH for 1 hour resulted in the best yield, which was positively correlated with the collagen's characteristics.

Kata Kunci : Kolagen, Kulit domba Garut, Metode isolasi, Karakterisasi.

  1. S1-2025-482807-abstract.pdf  
  2. S1-2025-482807-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-482807-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-482807-title.pdf