Peran Gender dalam Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan Kelompok Tani Hutan Lingkungan Hidup Sejahtera Kabupaten Kediri
Aulia Mei Ardani, Prof. Dr. Ir. San Afri Awang, M.Sc.
2025 | Skripsi | KEHUTANAN
Kesetaraan gender merupakan salah satu kunci dalam mewujudkan pemberdayaan masyarakat yang adil dan optimal melalui program perhutanan sosial. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran gender dalam pengelolaan hutan kemasyarakatan di KTH Lingkungan hidup Sejahtera, Kabupaten Kediri untuk mengetahui bagaimana keterlibatan peran pada laki-laki dan perempuan dalam pengelolaan hutan. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan guna (1) menjelaskan pembagian peran gender pada pengelolaan hutan, (2) mengidentifikasi profil akses, kontrol, dan pola pengambilan keputusan, dan (3) menganalisis diferensiasi gender beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya pada pengelolaan hutan di KTH Lingkungan Hidup Sejahtera.
Guna tercapainya tujuan penelitian, metode yang digunakan ialah survei. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara, observasi nonpatisipan, dan studi dokumentasi. Wawancara terstrutur digunakan dalam pemerolehan data dengan bantuan kuisioner dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 80 responden dari 399 anggota KTH LHS. Untuk menjawab tujuan penelitian nomer (1) dan (2) dilakukannya analisis gender metode Harvard analytical framework. Sementara itu untuk menjawab tujuan penelitian nomor (3) dilakukannya analisis statistik Independent sample t-test dan Binary regression.
Hasil penelitian yang diperoleh ialah pembagian peran di KTH LHS pada aktivitas produktif didominasi dilakukan oleh laki-laki. Untuk aktivitas reproduktif didominasi peran oleh perempuan, sedangkan aktivitas sosial dan masyarakat pada kegiatan kemasyarakatan diperankan bersama, serta kegiatan politik diperankan oleh laki-laki. Perempuan dan laki-laki memiliki akses dan kontrol yang sama terhadap sumberdaya (lahan, rumah, dan ternak), sayangnya dalam pengelolaan kelembagaan tidak semua perempuan memperoleh akses dan kontrol. Pengambilan keputusan terkait pengelolaan hutan terkait kelembagaan dan usaha didominasi oleh suami, sementara terkait kawasan dan rumah tangga didiskusikan bersama. Setelah dianalisis menggunakan independent sample t-test ditemukannya diferensiasi gender terhadap pengelolaan hutan yang dipengaruhi oleh jenis kelamin. namun setelah diuji lanjutan, pengaruh diferensiasi gender terhadap pengelolaan hutan oleh jenis kelamin tidak signifikan.
Gender equality is one of the key factors in achieving fair and optimal community empowerment through the social forestry program. This study aims to examine gender roles in the management of community forests at the Lingkungan Hidup Sejahtera Forest Farmers Group (KTH LHS) in Kediri Regency, focusing on the involvement of both men and women in forest management. Specifically, this research aims to: (1) describe the distribution of gender roles in forest management, (2) identify access profiles, control, and decision-making patterns, and (3) analyze gender differentiation and the influencing factors in forest management at KTH LHS.
To achieve these objectives, a survey method was employed. Data collection techniques included structured interviews, non-participant observation, and document studies. Structured interviews were conducted using questionnaires, involving a sample of 80 respondents from 399 KTH LHS members. The Harvard Analytical Framework was used to analyze research objectives (1) and (2), while an Independent Sample t-Test and Binary Logistic Regression were applied to address objective (3).
The results show that productive activities within KTH LHS are predominantly carried out by men. Reproductive activities are mostly undertaken by women, while social and community activities are shared, and political roles are mainly assumed by men. Both women and men have equal access to and control over resources (land, house, and livestock); however, in institutional management, not all women have the same level of access and control. Decision-making related to institutional and business management is mostly dominated by man, while decisions regarding forest areas and household matters tend to be made jointly. The independent sample t-test revealed a gender differentiation in forest management influenced by sex, but further analysis showed that the effect was not statistically significant.
Kata Kunci : Diferensiasi gender, Perhutanan sosial, Pemberdayaan; Gender Differentiation, Social Forestry, Empowerment