Laporkan Masalah

Pengaruh Penayangan Komposisi Obat Pada Iklan TV Terhadap Pemilihan Obat Bebas di RT 06 RW 11 Somodaran Gamping Sleman Yogyakarta

Indrasto Histopaedianto, Dr. Sri Suryawati, Apt

1996 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Dewasa ini usaha pengobatan sendiri (seif-medication) telah berkembang di masyarakat. Oleh karena itu peran berbagai sarana informasi tentang obat dan pengobatan sangat penting untuk mencapai usaha pengobatan sendiri yang benar dan rasional. Informasi melalui iklan obat dt teievisi dinilai paling efektif karena dengan efek audio visualnya lebih mudah diterima, dengan syarat informasi yang diberikan harus lengkap dan benar. Untuk melengkapi informasi tersebut Pemerintah melalui Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 386/Menkes/SK/1994 telah mewajibkan penayangan komposisi obat pada iklan obat di televisi. Berdasarkan kebijaksanaan tersebut diperlukan suatu penelitian untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan program tersebut kaitannya dengan pengobatan sendiri oleh masyarakat. Penelitian dilakukan pada suatu daerah karena alasan demografi, motivasi dan teknis sehingga memungkinkan untuk dilakukan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner tertutup pada subyek yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang dihasilkan meliputi paparan terhadap iklan obat di televisi, penerimaaan subyek terhadap penayangan komposisi obat pada iklan obat di televisi, tingkat pendidikan formal dan tingkat pengetahuan tentang obat. Data tersebut akan diolah untuk mengetahui pengaruh penayangan komposisi obat pada iklan televisi terhadap pemiiihan obat bebas, ditinjau dari tingkat pendidikan dan pengetahuan tentang obat. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya pengaruh penayangan komposisi obat dalam iklan televisi terhadap pemilihan obat bebas(0%), meskipun seiuruh responden (100%) terpapar oleh iklan obat di televisi dengan waktu paparan rata-rata 3 jam dalam sehari. Disamping itu responden yang memiliki pengetahuan rendah tentang obat relatif banyak (53%), padahal responden dengan pendidikan formal tinggi cukup banyak (74%). Dari hasil diatas secara umum dapat dikatakan bahwa program penayangan komposisi obat di televisi belum berhasil di daerah penelitian. Hai tersebut antara lain disebabkan karena waktu tayang komposisi obat yang terlalu singkat. Berdasarkan hal tersebut diperlukan suatu penelitian lebih lanjut dalam skala yang lebih luas untuk memberikan evaluasi yang lebih baik terhadap keberhasilan program tersebut. Dengan demikian harapan akan pengobatan sendiri yang benar dan rasional bagi masyarakat Indonesia dapat terwujud.

Kata Kunci : Obat Bebas, pengobatan sendiri

  1. S1-FKU_1996-IndrastoHistopaedianto-abstract.pdf  
  2. S1-FKU_1996-IndrastoHistopaedianto-bibliography.pdf  
  3. S1-FKU_1996-IndrastoHistopaedianto-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU_1996-IndrastoHistopaedianto-title.pdf