Pengaruh Separator Jalur Lambat terhadap Kelancaraan dan Keselamatan Lalu Lintas pada Jalan Margonda Raya Depok
Bayu Suardika, Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng.;Ir. Mukhammad Rizka Fahmi Amrozi, S.T., M.Sc., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Mag. S. & T.Transportasi
Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh keberadaan separator jalur lambat
terhadap kelancaran dan keselamatan lalu lintas di Jalan Margonda Raya, Kota
Depok. Jalan ini merupakan koridor utama yang mengalami pertumbuhan jumlah
kendaraan secara pesat, sehingga rawan mengalami kemacetan dan peningkatan
risiko kecelakaan. Meskipun telah dilengkapi separator jalur lambat, desain
yang tidak tertata, seperti banyaknya bukaan separator dan aktivitas berhenti
sembarangan oleh angkot maupun ojek daring, justru menimbulkan berbagai konflik
lalu lintas.
Metodologi yang
digunakan dalam penelitian ini mencakup pengumpulan data primer melalui survei
inventarisasi jalan, volume lalu lintas, kecepatan kendaraan, perilaku
pengemudi, serta pergerakan kendaraan berpindah jalur. Data sekunder diperoleh
dari Dinas Perhubungan Kota Depok. Analisis kinerja lalu lintas dilakukan
mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023, sementara pemodelan
mikrosimulasi dilakukan menggunakan PTV Vissim untuk menganalisis
kondisi eksisting dan skenario perbaikan. Evaluasi keselamatan lalu lintas
dilakukan dengan pendekatan Surrogate Safety Assessment Model (SSAM)
untuk mengidentifikasi potensi konflik lalu lintas.
Hasil simulasi
eksisting menunjukkan kinerja lalu lintas arah Jakarta tergolong buruk dengan
kecepatan 30,08 km/jam, tundaan 31,44 detik, DS 0,84, dan LOS E. Arah Citayam
lebih baik dengan kecepatan 33,34 km/jam dan LOS B. Dari tiga skenario
perbaikan, penghapusan separator meningkatkan kecepatan hingga 33,2 km/jam
namun menimbulkan konflik tertinggi (1.733 crossing, 36.930 lane change).
Optimalisasi bukaan separator memberikan hasil paling seimbang dengan kecepatan
29,25 km/jam, tundaan 23,43 detik, dan konflik terendah (703 crossing, 18.077
lane change). Skenario jalur lambat khusus motor mengurangi konflik antarjenis
kendaraan, tetapi menghasilkan antrean dengan DS 0,90 dan LOS E.
This study aims to
analyze the impact of slow lane separators on traffic flow and safety along
Jalan Margonda Raya in Depok City. As a primary corridor experiencing rapid
vehicle growth, the road is increasingly prone to congestion and higher
accident risks. Although equipped with slow lane separators, the unorganized
design—such as the excessive number of separator openings and unauthorized
stopping by public transport and online motorcycle taxis—has led to various
traffic conflicts.
The methodology
includes primary data collection through road inventory surveys, traffic
volume, vehicle speed, driver behavior, and lane-changing movements. Secondary
data were obtained from the Department of Transportation of Depok City. Traffic
performance analysis refers to the Indonesian Highway Capacity Guidelines
(PKJI) 2023, while microsimulation modeling using PTV Vissim was employed to
analyze both existing conditions and improvement scenarios. Traffic safety
evaluation was conducted using the Surrogate Safety Assessment Model (SSAM) to
identify potential traffic conflicts.
The simulation of
existing conditions shows poor traffic performance in the Jakarta-bound
direction, with an average speed of 30.08 km/h, delay of 31.44 seconds, degree
of saturation (DS) of 0.84, and Level of Service (LOS) E. The Citayam-bound
direction performs better, with an average speed of 33.34 km/h and LOS B. Among
the three improvement scenarios, removing the separator increases vehicle speed
to 33.2 km/h but generates the highest number of conflicts (1,733 crossings and
36,930 lane changes). Optimizing the separator openings yields the most
balanced outcome, with an average speed of 29.25 km/h, delay of 23.43 seconds,
and the lowest conflict levels (703 crossings and 18,077 lane changes). The
dedicated motorcycle lane scenario reduces inter-vehicle conflict but results
in motorcycle queuing, with DS reaching 0.90 and LOS E.
Kata Kunci : Separator Jalur Lambat, Keselamatan Lalu Lintas, Kinerja Lalu Lintas, Konflik Lalu Lintas, SSAM