Peran Kematangan Emosi Dan Dukungan Keluarga Terhadap Keterlibatan Ayah Dalam Pengasuhan Anak Usia Dini
Chendra Kartika, Dr. Arum Febriani, S.Psi., M.A.
2025 | Skripsi | PSIKOLOGI
Anak usia dini membutuhkan pengasuhan yang tepat untuk mendukung optimalisasi perkembangannya. Peran pengasuhan sudah seharusnya dilakukan oleh kedua orang tua. Namun, budaya patriarki, kesibukan kerja, dan sebagainya dapat membuat ayah kurang terlibat dalam pengasuhan. Padahal, keterlibatan ayah dalam pengasuhan mempunyai dampak positif terhadap perkembangan anak di berbagai domain. Kemauan ayah untuk terlibat dalam pengasuhan dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peranan kematangan emosi (faktor internal) dan dukungan keluarga (faktor eksternal) terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak usia dini. Metode penelitian adalah kuantitatif non-eksperimen dengan teknik non-probability sampling. Partisipan dalam penelitian ini adalah 122 orang ayah berusia 20-40 tahun yang mempunyai anak usia 2-5 tahun. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Kematangan Emosi, Skala Dukungan Keluarga, dan Skala Keterlibatan Ayah. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan temuan bahwa kematangan emosi dan dukungan keluarga berperan secara simultan terhadap keterlibatan ayah, F(2,119) = 17,4, R² = 0,227, p < 0>
Early childhood requires appropriate parenting to support their optimal development. Parenting should ideally be carried out by both parents. However, patriarchal culture, work demands, and other factors may hinder fathers from being actively involved in childcare. In fact, father involvement in parenting has positive effects on children's development across various domains. A father's willingness to be involved in parenting can be influenced by both internal and external factors. This study aims to examine the role of emotional maturity (an internal factor) and family support (an external factor) in predicting father involvement in early childhood parenting. The research employed a quantitative non-experimental method with a non-probability sampling technique. Participants in this study were 122 fathers aged 20–40 years who had children aged 2–5 years. The instruments used were the Emotional Maturity Scale, the Family Support Scale, and the Father Involvement Scale. Multiple linear regression analysis revealed that emotional maturity and family support simultaneously predicted father involvement, F(2,119) = 17,4, R² = 0,227, p < 0>
Kata Kunci : kematangan emosi, dukungan keluarga, keterlibatan ayah, anak usia dini