Laporkan Masalah

EVALUASI ERGONOMIKA LINGKUNGAN PADA LABORATORIUM ANATOMI FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

AJI PRAWIBOWO MUKTI, Ir. I Gusti Bagus Budi Dharma S.T., M.Eng. Ph.D. IPU. ASEAN.Eng

2012 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Manusia sebagai makhluk sempurna tidak luput dari kekurangan, sehingga dalam aktivitasnya manusia dipengaruhi beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut dapat berasal dari diri sendiri (intern) dan juga pengaruh dari luar (extern). Salah satu faktor yang berasal dari luar adalah kondisi lingkungan kerja. Dalam perancangan laboratorium terdapat hubungan antara lingkungan, manusia, alat-alat atau perangkat kerja, dengan produk fasilitas kerja. Sehingga memberi pengaruh signifikan terhadap peningkatan produktivitas, efisiensi, keselamatan, kesehatan, kenyamanan maupun ketenangan dalam bekerja. Laboratorium anatomi adalah salah satu fasilitas laboratorium yang ada di wilayah kampus Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada yang digunakan untuk praktikum anatomi basah dan anatomi kering. Tujuan pengukuran faktor-faktor lingkungan pada laboratorium anatomi adalah untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada di laboratorium anatomi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada dan melakukan perbaikan dan perancangan ulang ruangan dengan membuat layout ruang baru Pengukuran pencahayaan berdasarkan SNI 16-7062-2004 dalam menentukan titik-titik pengukuran, baik untuk pencahayaan lokal maupun pencahayaan umum. Pengukuran pencahayaan menggunakan alat light meter yang diletakan atau dipegang dengan ketinggian 1 – 1,2 meter. Pembacaan data pencahayaan dilakukan selama 10 menit. Pengukuran temperatur mengunakan sling thermometer untuk mendapatkan suhu bola basah dan suhu bola kering dan anemometer digunakan untuk mendapatkan kecepatan udara dari setiap ruang yang ada di laboratorium anatomi. Pembacaan data-data temperatur ruang dilakukan setiap 10 menit. Pengukuran sirkulasi udara dengan mempertimbangkan data-data dari kuisoner dan wawancara praktikan pada laboratorium anatomi. Pengukuran kebisingan dengan meletakkan atau memegang SPL-meter pada ketinggian 1 - 1,2 meter dan mengarahkan mikrofon ke sumber suara. Penentuan titik-titik kebisingan yaitu pada tempat kerja mahasiswa di setiap ruangan pada laboratorium anatomi dengan lama pengukuran disesuaikan dengan jam kerja laboratorium dan pembacaan data setiap 5 detik untuk 10 menit pengukuran.

Kata Kunci : faktor lingkungan, laboratorium, pencahayaan, temperatur ruang, sirkulasi udara, kebisingan.

  1. S1-FTK-2012-Aji_Prawibowo_Mukti-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2012-Aji_Prawibowo_Mukti-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2012-Aji_Prawibowo_Mukti-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2012-Aji_Prawibowo_Mukti-title.pdf