Laporkan Masalah

Kedudukan dan pembagian warisan bayi tabung menurut hukum Islam :: Studi kasus di RS. Sardjito Yogyakarta

SOLICHIN, Dr. H. Abdul Ghofur Anshori, SH.,MH

2004 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan)

Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran secara jelas tentang kedudukan dan pembagian warisan bayi tabung menurut hukum islam. Penelitian ini bersifat yuridis normatif, disamping penelitian kepustakaan dan pengamatan lapangan (wawancara) sebagai upaya untuk mengumpulkan bahan pelengkap guna menghasilkan penelitian yang sempurna. Data yang diperoleh dari hasil penelitian kepustakaan maupun penelitian lapangan akan dianalisa secara kualitatif, yang kemudian akan dideskripsikan untuk memberikan gambaran yang obyektif. Kesimpulan dari tesis sebagai berikut : Sperma dan ovum dari pasangan suami isteri kemudian embrionya ditransplantasikan ke dalam rahim isteri adalah sebagai anak sah dan mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan anak kandung. Penggunaan sperma donor hukumnya haram dalam pelaksanaan fertilisasi in vitro adalah semata-mata untuk melindungi keturunan dari adanya unsur-unsur asing yang terdapat dalam rahim seorang isteri. Maka akan membawa konsekuensi bahwa anak yang dilahirkan oleh seorang isteri yang bibitnya berasal dari donor adalah sebagai anak zina dan anak yang dilahirkan dalam zina hanya mewarisi dari ibunya dan ibunya mewarisi dari anaknya. Status anak yang dialihkan melalui proses bayi tabung yang menggunakan sperma dan ovum dari pasangan suami isteri kemudian embrionya ditransplantasikan ke dalam rahim surrogate mother sebagai anak susuan, sebagaimana yang tercantum dalam surat Al-Baqarah ayat (233) : “Anak susuan ini berhak untuk mendapatkan warisan dari orang tua biologis (pemilik sperma dan ovum), sedangkan dari surrogate mother ia tidak berhak untuk mendapatkan warisan.

The aim of this research is to explorate the situation of the tube babie’s and their distribution according to the islamic law. This research was juridical normative description, conducted using library sources as its main data besides performing a field research as the tool for primary data collection through interview. The purpose of field research is to corroborate and support secondary data from library research. Data obtained from both library and field research were analysed qualitatively, then described to obtain an objective illustration descriptively. The conclution from the thesys are the sperm and ovum from the regarded marriage couple which transplanted the embrio in his mother’s as a child and has the same right and duties with her own child. The sperm using as donor is forbidden in fertilisasi in vitro doing is the only way to save the generation from the unknown subtance which is there in the wife’s wob. Then it will make a consequence that the child which born as a wife from the donor seed is the sexual act out of marriage’s child and he just inherited from the mother and the mother inherited from her child. The status of the tube babies, which use the sperm and ovum from the couple of marriage, which the embrio was transplanted to the surrogate mother’s womb regarded as a nest child. As written in surah Al-Baqarah (233) : The nest child can get the distribution from his parents (the sperm and ovum.s owner), and from the surragate mother’s he can’t get the distribution

Kata Kunci : Hukum Islam,Warisan,Bayi Tabung, The Situation, The Distribution, Tube Babie’s, The Islamic Law


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.