Analisis Adopsi Sistem Peringatan Bencana di Komunitas Pesisir Pantai Indonesia dengan Pendekatan UTAUT yang Dimodifikasi: Studi Kasus Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Johanes De Britto Krisna Arianta, Prof. Ir. Lukito Edi Nugroho, M.Sc., Ph.D.; Dr. Indriana Hidayah, S.T., M.T.
2025 | Skripsi | TEKNOLOGI INFORMASI
Dalam konteks kebencanaan, salah satu aspek yang krusial adalah sistem yang mampu menyediakan informasi yang relevan dan tepat sasaran untuk pengguna. Sistem BMKG, dalam bentuk situs web bmkg.go.id dan aplikasi InfoBMKG, sudah memberikan diseminasi informasi terkait kebencanaan untuk masyarakat secara umum. Berbagai upaya juga telah dilakukan untuk meningkatkan sistem sehingga menjadi semakin reliable dan berguna untuk memitigasi dan menanggulangi bencana. Akan tetapi, masih sedikit upaya, terutama untuk sistem BMKG, untuk mengetahui apakah sistem sudah benar-benar digunakan oleh masyarakat yang terdampak di daerah rawan bencana dan jika digunakan apa saja faktor yang memengaruhi niatan pengguna untuk menggunakan sistem. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja UTAUT yang dimodifikasi sesuai penelitian terdahulu untuk mengevaluasi adopsi sistem, secara spesifik sistem BMKG untuk komunitas masyarakat pedesaan di pesisir pantai Indonesia. Penelitian akan mengumpulkan data dua kali, pertama untuk validity dan relability testing dan kedua untuk melakukan uji hipotesis menggunakan metode PLS-SEM. Bahasa pemrograman Python digunakan untuk melaksanakan uji-uji tersebut. Hasil yang didapatkan adalah semua hipotesis diterima, dengan semua hubungan antar variabel dinyatakan signifikan dan kuat secara statistik. Nilai path coefficient berkisar antara 0.400 hingga 0.716, menggambarkan kekuatan hubungan antar variabel. Hasil penelitian ini diharapkan mampu menjadi masukan bagi pihak-pihak yang terkait untuk mengembangkan sistem melalui saran teknikal yang diberikan penulis.
In the context of disaster management, one of the crucial aspects is a system that can provide relevant and targeted information to users. The BMKG system, in the form of the bmkg.go.id website and the InfoBMKG mobile application, has already disseminated disaster-related information to the general public. Various efforts have been made to improve the system to become more reliable and useful for disaster mitigation and management. However, there has been little effort, particularly regarding the BMKG system, to assess whether the system is genuinely being used by affected communities in disaster-prone areas, and if so, to identify the factors influencing users' intention to use the system. This study adopts a modified UTAUT framework based on previous research to evaluate system adoption, specifically focusing on the BMKG system for rural coastal communities in Indonesia. Data were collected in two stages: the first stage for validity and reliability testing, and the second stage for hypothesis testing using the PLS-SEM method. The Python programming language is used to carry out these tests. The results show that all hypotheses are accepted, with all relationships between variables found to be statistically significant and strong. The path coefficients range from 0.400 to 0.716, indicating the strength of the relationships between the variables. The findings of this study are expected to provide input for related stakeholders to further develop the system, based on the technical recommendations proposed by the author.
Kata Kunci : adopsi sistem BMKG, UTAUT, validitas dan reliabilitas instrumen, PLS-SEM, masyarakat pesisir