Analyzing Javanese Wellness through Visual and Narration on Wonderful Indonesia 2022 ‘Jiwa Jagad Jawi’ Campaign
Azzahra Tilana, Erlin Estiana Yuanti, S.S., M. A.
2025 | Tugas Akhir | D4 BAHASA INGGRIS
Perkembangan media digital telah
mengubah cara kampanye pariwisata menyampaikan narasi budaya. Studi ini
meneliti bagaimana film Jiwa Jagad Jawi dalam kampanye Wonderful Indonesia 2022
merepresentasikan nilai-nilai Javanese wellness melalui perpaduan unsur visual
dan linguistik. Secara visual, film ini membangun makna representasional, interaktif,
dan komposisional melalui penggunaan elemen-elemen simbolik, sudut pandang
kamera yang menghadirkan kesan tenang dan intim, serta penggambaran alam yang
tertata selaras—semuanya mencerminkan identitas budaya dan proses penyembuhan
batin. Dari sisi linguistik, narasi berbahasa Inggris dan terjemahan dari
bahasa Jawa menunjukkan tiga metafungsi dalam teori Halliday: ideasional,
interpersonal, dan tekstual, yang merefleksikan pengalaman spiritual, hubungan
emosional, serta struktur penyampaian pesan yang padu. Interaksi kedua mode ini
menciptakan pesan terpadu mengenai Javanese wellness, yang memadukan kearifan
lokal dengan gaya komunikasi digital masa kini. Analisis difokuskan pada bagian
video yang paling sering diputar (07:20–08:12), yang dianggap memiliki daya
tarik emosional tinggi. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan multimodal mampu
menyampaikan kisah yang menyentuh, sekaligus memosisikan Javanese wellness
sebagai warisan budaya takbenda yang relevan secara global.
The rise of digital media has
changed how tourism campaigns convey culture. This study explores how ‘Jiwa
Jagad Jawi’ film, part of the Wonderful Indonesia 2022 campaign, promotes
Javanese wellness through the interplay of visual and linguistic modes.
Visually, the film uses symbolic composition, indirect gaze and harmonious
settings to construct representational, interactive and compositional meanings
that reflect cultural identity and inner healing. Linguistically, the English
narration and Javanese-translated subtitles demonstrate Halliday’s ideational,
interpersonal and textual metafunctions that expressing personal reflection,
emotional warmth and spiritual values. Together, both modes create a unified
message of Javanese wellness that combines ancestral philosophy with
contemporary digital storytelling. The analysis focuses on the most replayed
video segment (07:20-08:12), assuming its high audience engagement reflects
communicative significance. The findings reveal that multimodal storytelling
not only shapes an immersive narrative but also reframes Javanese wellness as a
culturally rooted, globally resonant experience. This approach demonstrates how
digital campaigns can support international tourism promotion by highlighting
wellness as part of Indonesia’s intangible cultural heritage.
Kata Kunci : Multimodal study, Visual, Narrative, Cultural Representation, Javanese Wellness.