Laporkan Masalah

Pengaruh Pengeluaran Pemerintah, Investasi, Kepadatan Penduduk dan Kemiskinan Terhadap Pendapatan Per kapita dan Indeks Pembangunan Manusia: Analisis Two Stage Least Square di Jawa Barat Periode 2019-2023

Ivana Dwi Astuti, Dr. Anggi Rahajeng, S.E., M.Ec., GRCE.

2025 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHAN

Pembangunan ekonomi daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari peningkatan kualitas hidup masyarakat, yang tercermin melalui indikator seperti pendapatan per kapita dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pendapatan per kapita mencerminkan kemampuan ekonomi rata-rata individu, sedangkan IPM menggambarkan kualitas pembangunan melalui dimensi pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Pendapatan per kapita dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi Pendapatan perkapita dan IPM di Provinsi Jawa Barat. Analisis data penelitian ini menggunakan data panel dari 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2019-2023. Model estimasi yang digunakan adalah model Persamaan Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan metode Two Stage Least Square (2SLS). Hasil estimasi menunjukkan bahwa pendapatan perkapita terhadap IPM, investasi, dan pengeluaran pemerintah berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan kemiskinan berpengaruh negatif tidak signifikan. Sementara itu, IPM terhadap investasi dan pengeluaran pemerintah berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan pendapatan per kapita dan kepadatan penduduk berpengaruh positif dan signifikan. Temuan ini mengindikasikan adanya hubungan timbal balik (simultan) yang signifikan antara pendapatan per kapita dan IPM, yang menunjukkan bahwa peningkatan salah satu variabel dapat memengaruhi secara langsung maupun tidak langsung variabel lainnya. Implikasi manajerial berdasarkan temuan tersebut merekomendasikan pemerintah untuk menyusun kebijakan investasi yang mendukung pengembangan sumber daya manusia yang tidak hanya bersifat padat modal melainkan juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Regional economic development is not only measured by economic growth, but also by improvements in the quality of life of the people, which is reflected through indicators such as per capita income and the Human Development Index (HDI). Per capita income reflects the average economic ability of individuals, while HDI describes the quality of development through the dimensions of education, health, and decent living standards. This study aims to analyze the relationship between per capita income and the Human Development Index (HDI), as well as identify factors that affect per capita income and HDI in West Java Province. This research data analysis uses panel data from 27 districts / cities in West Java Province in 2019-2023. The estimation results show that per capita income has a positive and significant effect on HDI, investment, and government spending, while poverty has a negative and insignificant effect. Meanwhile, HDI has a negative and significant effect on investment and government spending, while income per capita and population density have a positive and significant effect. This finding indicates a significant simultaneous relationship between per capita income and HDI, which suggests that an increase in one variable can directly or indirectly affect the other. The managerial implication based on these findings recommends the government to formulate investment policies that support the development of human resources that are not only capital intensive but also contribute to improving the quality of life of the community.

Kata Kunci : IPM, Pendapatan per kapita, Two Stage Least Square (2SLS), Pembangunan Daerah

  1. D4-2025-480338-abstract.pdf  
  2. D4-2025-480338-bibliography.pdf  
  3. D4-2025-480338-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2025-480338-title.pdf