Keanekaragaman dan Kelimpahan Makroalga Zona Intertidal Pantai Jungwok, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Catherine Tedjasaputra, Prof. Dr. rer. nat. Andhika Puspito Nugroho, S.Si., M.Si.
2025 | Skripsi | BIOLOGI
Daerah pesisir merupakan area yang rentan terusik aktivitas manusia, dan terancam akan degradasi lingkungan. Makroalga atau rumput laut merupakan komponen penting ekosistem laut dengan potensi besar di Indonesia, yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis tinggi. Kemampuan makroalga untuk mencerminkan kondisi ekosistem membantu kajian kesehatan lingkungan dan pengaruh perubahan iklim. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menambah informasi kelimpahan dan keanekaragaman makroalga, serta mengevaluasi faktor pengaruh lingkungan dan potensi pencemaran Timbal (Pb) di Pantai Jungwok. Penelitian dilakukan di area intertidal Pantai Jungwok, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak dua kali selama Oktober dan November 2024 dengan metode kuadrat plot 1x1 meter dengan stratifikasi zona intertidal atas, tengah, dan bawah. Komunitas makroalga di Zona Intertidal Pantai Jungwok terdiri atas 14 spesies: empat spesies anggota Chlorophyta; tiga Phaeophyceae; dan tujuh Rhodophyta. Tingkat keanekaragaman mengalami penurunan, ditunjukkan dengan berkurangnya indeks keanekaragaman (H’) dan kemerataan (E), dan meningkatnya indeks dominansi (C) dari Oktober ke November. Kelompok Chlorophyta memiliki kelimpahan tertinggi, lalu Phaeophyceae, dan Rhodophyta. Kelimpahan tertinggi dimiliki Sargassum spp., dan diamati terjadi perubahan komposisi makroalga pada ketiga zonasi intertidal. Parameter kualitas air terukur adalah pH, suhu, dan salinitas air, yang mendukung pertumbuhan makroalga dengan optimal. Kandungan Pb pada air dan makroalga di bawah ambang batas deteksi, memenuhi standar Menteri Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004. Faktor kualitas air, musim, geomorfologi, dan substrat menjadi faktor pengaruh kelimpahan dan keanekaragaman komunitas makroalga di Pantai Jungwok.
Marine coastal areas are directly affected by human activities, causing potential environmental degradation. Macroalgae or seaweed is a crucial component of the marine ecosystem with great potential in Indonesia, having ecological and economic benefits. The ability of macroalgae to mirror the condition of its ecosystem provides insight towards research of the effects of climate change. The objective of this research is to improve baseline information on diversity and abundance of macroalgae, along with environmental factors and potential of Pb pollution at Jungwok Beach. Sampling is conducted twice at Jungwok Beach, Gunungkidul, Special Region of Yogyakarta at October and November 2024. Using 1x1 meter plots and stratified quadrat plot method, transects are placed based on the upper, middle, and lower intertidal zone stratification. The macroalgal community of Jungwok Beach consisted of 14 species: seven species of Rhodophyta, four of Chlorophyta, and three of Phaeophyceae. From October to November, the diversity (H’) and evenness (E) indices decreased while the dominance index (C) increased. As a functional group, Chlorophyta is most abundant among others. Macroalgal composition of each zone changed within the month, although Sargassum spp. is overall most abundant in both occurrences. Environmental parameters such as pH, salinity, temperature, and Pb content fulfill standards from the Indonesian Ministry of Environment, and contribute to supporting the diversity and abundance of macroalgae in Jungwok Beach along with factors such as geomorphological conditions, climate, and available substrate.
Kata Kunci : intertidal, keanekaragaman, kelimpahan, makroalga, Pantai Jungwok