Laporkan Masalah

Pengembangan Klasifikasi dan Model Basis Data Nama Geografis di Indonesia (Studi Kasus Daerah Istimewa Yogyakarta)

ARI CAHYONO, Dr. Bowo Susilo, S.Si., M.T.; Dr. Niken Wirasanti, M.Si.; Dr. Noorhadi Rahardjo, M.Si., PM.

2025 | Disertasi | S3 Ilmu Geografi

Nama geografis merupakan elemen fundamental dalam peta dasar serta bagian integral dari infrastruktur data geospasial, khususnya dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Selain sebagai penanda spasial, nama geografis merepresentasikan identitas kultural, historis, serta kebahasaan suatu komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengevaluasi klasifikasi nama geografis yang ada saat ini di tingkat nasional (Indonesia) maupun internasional; 2) mengembangkan klasifikasi nama geografis di Indonesia (studi kasus Daerah Istimewa Yogyakarta); 3) mengevaluasi basis data nama geografis yang ada saat ini di tingkat nasional (Indonesia) maupun internasional; dan 4) mengembangkan model basis data nama geografis di Indonesia (studi kasus Daerah Istimewa Yogyakarta).

Penelitian ini mengintegrasikan pendekatan toponimi intensif dan ekstensif. Data nama geografis diperoleh dari kode dan data wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2024. Aspek spasial dari nama geografis mengacu pada lapisan nama geografis pada Peta Rupabumi Indonesia skala 1: 25.000. Penguraian arti nama didasarkan pada penelusuran survei lapangan, penelusuran arsip wilayah, analisis kebahasaan melalui kamus dan peta topografi era Belanda (tahun 1930an), peta topografi era U.S. Army Map Services  (tahun 1960an) serta Peta Rupabumi Indonesia.  Data pendukung mencakup gazeter dari Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Kementerian Dalam Negeri, kamus Jawa-Indonesia, kamus Jawa Kuno-Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia, wawancara dengan informan lokal,  dokumen arsip sejarah, serta survei lapangan. 

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa klasifikasi nama geografis yang ada saat ini, terutama yang dikembangkan oleh BIG sebagai otoritas nama geografis nasional, telah cukup detail dalam mengakomodasi unsur geografis (rupabumi). Namun, klasifikasi tersebut belum mampu menguraikan aspek semantik (arti nama) secara mendalam maupun motif historis-kultural di balik penamaan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan klasifikasi baru yang mengintegrasikan empat kategori utama: klasifikasi berdasarkan struktur arti nama, klasifikasi berdasarkan arti nama, klasifikasi berdasarkan motif pemberian nama, serta klasifikasi berdasarkan fitur geografis yang direpresentasikan oleh nama tersebut. Selanjutnya, evaluasi terhadap basis data nama geografis yang dikembangkan BIG melalui SINAR menunjukkan bahwa basis data tersebut telah memiliki kelengkapan informasi yang baik, akses nasional lintas sektor, kemudahan dalam pemanfaatan, serta memiliki legitimasi hukum yang jelas. Meskipun demikian, basis data tersebut belum optimal dalam aspek dimensi waktu (multitemporal) serta belum secara eksplisit mendukung paradigma data terbuka dan terhubung (linked open data). Penelitian ini mengusulkan pengembangan model basis data nama geografis yang mampu merekam perubahan nama secara temporal (multitemporal database), serta merekomendasikan adopsi paradigma linked open data dengan dukungan ontologi web untuk meningkatkan interoperabilitas serta aksesibilitas data nama geografis di masa depan.


Geographical names are fundamental elements of base maps and constitute an integral part of geospatial data infrastructure, particularly in supporting the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs). In addition to serving as spatial identifiers, geographical names reflect the cultural, historical, and linguistic identities of communities. This research aims to: (1) evaluate the existing classification of geographical names; (2) develop a new geographical names classification tailored to the Indonesian context (Special Region of Yogyakarta as the case study); (3) evaluate the current geographical names database; and (4) design and develop a geographical names database model relevant to Indonesia (Special Region of Yogyakarta as the case study).

This study integrates intensive and extensive toponymic approaches. The primary data were derived from historical topographic maps produced during the Dutch colonial era (1930s), the U.S. Army Map Service (1960s), and the Indonesian Topographic Base Maps (Peta Rupabumi Indonesia). Supporting data included gazetteers issued by the Geospatial Information Agency (Badan Informasi Geospasial/BIG) and the Ministry of Home Affairs, Javanese–Indonesian dictionaries, Old Javanese–Indonesian dictionaries, the Indonesian Language Dictionary (KBBI), interviews with local informants, archival historical documents, and field surveys.

The evaluation results reveal that the existing classification of geographical names—particularly the one developed by BIG as the national authority—has provided detailed categorization based on physical geographical features (topographic elements). However, it has not yet addressed deeper semantic aspects (name meanings) or the historical and cultural motives behind the naming. Accordingly, this research proposes a new classification scheme incorporating four main categories: classification based on the structure of name meanings, classification by semantic meaning, classification by naming motives, and classification based on the geographical features represented by the names. Furthermore, the evaluation of the BIG-developed geographical names database (SINAR) indicates that it is well-structured, provides cross-sectoral national access, is user-friendly, and holds legal validity. Nevertheless, the current database does not adequately accommodate temporal dimensions and does not yet explicitly support the linked open data paradigm. This research recommends the development of a multitemporal geographical names database capable of tracking changes over time, and the adoption of the linked open data approach supported by web ontology technologies to enhance interoperability and accessibility in the future.


Kata Kunci : klasifikasi, basis data, nama geografis, Indonesia, Yogyakarta

  1. S3-2025-422636-abstract.pdf  
  2. S3-2025-422636-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-422636-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-422636-title.pdf