Laporkan Masalah

Tingkat Kejadian Nematodiasis pada Itik Petelur (Anas platyrhynchos) berdasarkan Kelompok Umur Berbeda

Intania Nurul Khasanah, Prof. Dr. drh. Irkham Widiyono

2025 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN

Nematodiasis merupakan salah satu permasalahan kesehatan pada itik petelur yang dapat berdampak negatif terhadap produktivitas ternak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh umur terhadap tingkat kejadian nematodiasis pada itik petelur. Sampel penelitian terdiri dari 100 ekor itik lokal yang dipelihara secara intensif dengan rincian 50 itik muda (2,5?5 bulan) dan 50 itik dewasa (7?12 bulan). Pemeriksaan dilakukan melalui feses dengan menggunakan metode Whitlock. Data hasil pemeriksaan dianalisis secara deskriptif dan diuji Chi-Square dengan SPSS. Hasil penelitian secara keseluruhan didapatkan tingkat kejadian nematodiasis sebanyak 37% (37/100). Nematoda yang teridentifikasi meliputi Capillaria sp. dengan tingkat kejadian tertinggi sebanyak 24/100 (24%), diikuti oleh Strongyloides sp. sebanyak 19% (19/100), dan Ascaridia sp. sebanyak 1% (1/100). Infeksi yang ditemukan bersifat tunggal sebanyak 81,1% (30/37) dan ganda sebanyak 18,9% (7/37). Nilai EPG bervariasi pada setiap jenis cacing yang ditemukan dengan derajat infeksi ringan. Analisis statistik dengan uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara umur itik dan tingkat kejadian infeksi nematoda (p<0>

Nematodiasis remains a critical parasitic disease affecting the gastrointestinal health and productivity of laying ducks. This study aimed to investigate the occurrence of nematode infections at different age in laying ducks (Anas platyrhynchos). A total of 100 intensively managed local ducks were used comprising 50 young ducks (2.5–5 months) and 50 adults (7–12 months). Fecal samples were analyzed using the modified Whitlock flotation technique. Descriptive analysis and Chi-square statistical testing were performed using SPSS software. The overall occurrence of nematodiasis was 37% (37/100), with Capillaria sp. being the most frequently detected species (24%), followed by Strongyloides sp. (19%) and Ascaridia sp. (1%). Single-species infections predominated (81.1%), while mixed-species infections accounted for 18.9% of positive cases. Eggs per gram (EPG) values varied among age groups but were consistently within the mild infection range. Statistical analysis revealed a significant association between age group and infection occurrence (p<0>

Kata Kunci : itik petelur, umur, tingkat kejadian, infeksi nematoda, parasit gastrointestinal

  1. S1-2025-482164-abstract.pdf  
  2. S1-2025-482164-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-482164-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-482164-title.pdf