Translation Strategies and Quality Assessment in English-Indonesian News Articles Published on The Conversation Website
Rizki Adi Purnomo, Amin Basuki, S.S., M.A.
2025 | Skripsi | SASTRA INGGRISThis study aims to identify and analyze the translation strategies used in Indonesian-language news articles published by The Conversation. The data consists of 10 pairs of English articles and their Indonesian translations, sourced directly from The Conversation’s official website (https://theconversation.com). The analysis is based on the news translation theory proposed by Bielsa and Bassnett (2009), supported by Mona Baker’s (2018) theory of non-equivalence to examine how translators handle terms without direct counterparts in Indonesian. The findings show that all five of Bielsa and Bassnett’s main translation strategies are present in the data, with Addition of Important Background Information being the most frequently applied, appearing 70 times (37.2%). This indicates The Conversation’s strong emphasis on ensuring that content is fully comprehensible to Indonesian readers, often by adding contextual information deemed essential for understanding. Other strategies found include Elimination of Unnecessary Information (40 instances), Changes of Title and Lead (33), Change in the Order of Sentences (26), and Summarizing Information (19). In addition, to assess translation quality, this study also applies the LISA QA quality assurance model. Out of 188 identified errors, most fall under the Minor category (106; 56.4%), followed by Major (63; 33.5%) and Critical (19; 10.1%). Most errors were found in the Accuracy and Style categories, reflecting both the challenges and the editorial tendency of The Conversation to maintain meaning while ensuring fluency and readability in Indonesian.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi penerjemahan yang digunakan dalam artikel berita berbahasa Indonesia yang dipublikasikan oleh The Conversation. Data diperoleh dari 10 pasang artikel berbahasa Inggris beserta terjemahannya dalam bahasa Indonesia, yang diambil langsung dari situs resmi The Conversation (https://theconversation.com). Analisis dilakukan dengan mengacu pada news translation theory dari Bielsa dan Bassnett (2009), serta didukung oleh non-equivalence theory dari Mona Baker (2018) guna mengkaji bagaimana penerjemah menangani istilah-istilah yang tidak memiliki padanan langsung dalam bahasa Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelima strategi utama dalam teori Bielsa dan Bassnett ditemukan dalam data, dengan strategi Addition of Important Background Information paling banyak digunakan, yakni sebanyak 70 kali (37,2%). Temuan ini menunjukkan bahwa The Conversation memberi penekanan kuat untuk memastikan bahwa konten dipahami sepenuhnya oleh pembaca Indonesia, biasanya dengan menyediakan konteks tambahan yang sekiranya penting untuk pemahaman. Strategi lain yang digunakan mencakup Elimination of Unnecessary Information (40 kali), Changes of Title and Lead (33 kali), Change in the Order of Sentences (26 kali), dan Summarizing Information (19 kali). Selain itu, untuk menilai kualitas terjemahan, penelitian ini juga menggunakan model penjaminan kualitas LISA QA. Dari 188 temuan kesalahan, mayoritas termasuk kategori Minor (106; 56,4%), diikuti Major (63; 33,5%) dan Critical (19; 10,1%). Kesalahan paling sering muncul pada kategori Akurasi dan Gaya, menunjukkan tantangan sekaligus kecenderungan The Conversation dalam mempertahankan makna sekaligus memastikan kelancaran dan keterbacaan dalam bahasa Indonesia.
Kata Kunci : Translation Strategies, News Translation, The Conversation, English-Indonesian Article, LISA QA