Laporkan Masalah

Kedudukan Bank Danamon Indonesia Balikpapan sebagai penerima jaminan fiducia dalam hal terjadi kredit macet :: Studi kasus

SULISTIOWATY, Liliek, H. Mustafa, SH.,MS

2004 | Tesis | S2 Ilmu Hukum (Magister Kenotariatan)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pembebanan dan pendaftaran jaminan fiducia pada Bank sebagai pemberi kredit dengan jaminan mobil dan perlindungan hukum bagi bank sebagai penerima jaminan fiducia dalam hal terjadi kredit macet. Penelitian ini bersifat sifat empiris dan normatif dengan menggunakan bahan kepustakaan sebagai pendukung utama disamping penelitian lapangan dengan wilayah Balikpapan sebagai pilihan dan Bank Danamon Indonesia sebagai subyek penelitian, sebagai upaya untuk mengumpulkan bahan pelengkap guna menyempurnakan penelitian. Data yang diperoleh dari hasil penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan akan dianalisa secara kualitatif, yang kemudian hasil tersebut akan dideskripsikan untuk memberi gambaran yang obyektif mengenai mengapa Bank Danamon Indonesia tidak membebankan dan mendaftarkan jaminan fiducia. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat diketahui bahwa Bank Danamon Indonesia tidak melaksanakan pembebanan dan pendaftaran jaminan fiducia sesuai dengan Undang Undang nomor 42 tahun 1999. Disamping itu dapat diketahui perlindungan hukum bagi Bank sebagai penerima jaminan fiducia dalam hal terjadi kredit macet. Sebagai hasil analisis dari penelitian ini dapat diketahui bahwa alasan Bank Danamon Indonesia tidak membebankan dan mendaftarkan jaminan fiducia adalah persaingan bisnis, biaya mahal, Bank tidak memahami Undang Undang nomor 42 tahun 1999 disamping itu peraturan tersebut juga tidak tegas mengatur mengenai pembebanan dan pendaftaran jaminan fiducia. Dapat diketahui pula bahwa tanpa pembebanan dan pendaftaran jaminan fiducia kepentingan bank belum terlindungi karena Bank Danamon Indonesia bukan kreditur preferen Bank. Mengingat pengaturan mengenai pembebanan dan pendaftaran jaminan fiducia dalam Undang Undang nomor 42 tahun 1999 dirasakan kurang tegas maka disarankan agar dipertegas pengaturannya.

The goal of this research is to find out the implementation of loading and enrollment of fiduciary in the Bank as creditor with car as security and law protection for the Bank as a fiduciary receiver in the case of experiencing the installment problem loan. This research uses some references as main sources and completed by gathering some eve dents from the field investigation the date gained analyzed qualitatively further more the result is going to be described to give an objective picture. From the result of the research can be recognized that Indonesian Danamon Bank doesn’t the loading and fiduciary enrollment in accordance with “U.U No.42 1999” and beside this it also can picture you the law protection for the Bank as receiver of fiduciary in facing the disability of debtor in installment or repayment problem. As the result of research and analyses can be seen the reason why Indonesian Danamon Bank doesn’t apply the loading and fiduciary enrollment is because of the business competition. And the loading as well as fit nary enrollment doesn’t give any advantages for Indonesian Danamon Bank if the problem of repayment happened. The Bank doesn’t apply the executorial title to execute or carry out the wishes expressed in the will. Indonesian Danamon Bank as fiduciary receiver has been protected without any loading and fiduciary any loading and fiduciary enrollment by the loan agreement of proprietary right and authorization hand over form, the form is provided by Indonesian Danamon Bank and the content of the form consist of some clauses that protect Indonesian Danamon Bank. Considering loading and fiduciary enrollment regulation in “UU No.42 1999” are not clear enough so it wise to suggest the regulation must be resized and have to make it cleaver.

Kata Kunci : Hukum Perbankan,Jaminan Fidusia,Kredit Macet, The Position of Bank as a Fiduciary Receiver


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.