Studi Eksplorasi Peserta Kontrasepsi Mantap Tubektomi di Poliklinik Kontap RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta Selama Tahun 1993
Virni Sagita Ismayawati, dr. Irmansyah Mochtar
1994 | Skripsi | S1 KEDOKTERANMengingat masih rendahnya tingkat pendidikan rata- rata wanita usia subur di Indonesia serta masih tingginya prosentase akseptor pil KB, maka besar kemungkinan bahwa pengertian secara tepat akan tata cara penggunaan alat kontrasepsi sementara belum dikuasai, sehingga dapat mengakibatkan kegagalan-kegagalan. Namun meskipun demikian, sampai saat ini sterilisasi belum menjadi salah satu program nasional Pemerintah di bidang Kependudukan dan Keluarga Berencana. Telah dilakukan studi eksplorasi terhadap 1479 wanita yang melaksanakan sterilisasi tubektomi di Poliklinik Kontap RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta selama tahun 1993. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dari golongan manakah yang telah memilih kontrasepsi mantap sebagai pilihan dalam menjalankan Keluarga Berencana, dengan demikian dapat dipikirkan dari golongan manakah yang kiranya masih perlu ditingkatkan partisipasinya. Informasi dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagi yang berwenang dalam program Kependudukan dan keluarga berencana untuk menentukan strategi dalam menggalakkan kontrasepsi mantap. Selanjutnya tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data adanya komplikasi operasi yang berhubungan pemilihan anestesi dan teknik operasi. Data diambil dari buku status peserta kontraswpsi mantap di poliklinik Kontap RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta salama tahun 1993. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian diskriptif analitik dan data dianalisa dengan distribusi frekuensi.Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa 56,89% peserta dari kelompok umur 30-34 tahun, 95,54% beragama Islam, 59,36% berpendidikan Sekolah Dasar, 73,63% datang atas prakarsa sendiri, 56,26% memiliki tiga orang anak hidup, 28,80% belum pernah menggunakan kontrasepsi lain, 93,31% anestesi yang digunakan adalah ketalar dan 91,61% menggunakan operasi minilaparotomi. Dari keseluruhan peserta penelitian ini tidak dijumpai adanya efek samping dan komplikasi operasi.sedangkan komplikasi paska operasi tidak dapat dipantau, karena sebagian besar peserta tidak melaksanakan kontrol follow up di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Dengan semakin banyaknya peserta kontrasepsi mantap makin cepat tercapai tujuan nasional Kependudukan dan Keluarga Berencana.
Kata Kunci : Kontrasepsi Mantap, Tubektomi, pil KB