Gambaran Klinik Demam Berdarah Dengue Pada Anak di Unit Penyakit Anak RSU Dr. Sardjito Yogyakarta Periode Oktober 1997 s/d April 1998
Mutakiyah, dr. Hadianto Ismangoen, DSA
1999 | Skripsi | S1 KEDOKTERANTelah dilakukan penelitian secara retrospektif potong lintang untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan bermakna antara frekuensi syok penderita DBD pada : golongan umur 4 tahun ke atas dan di bawah 4 tahun; jenis kelamin laki-laki dan perempuan; status gizi kurang dan baik; penderita dengan perdarahan gastrointestinal dan tanpa perdarahan gastrointestinal. Selain itu untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara banyalmya kematian dengan lama demam di rumah. Demam Berdarah Dengue ( DBD ) adalah penyakit demam yang sering kali fatal dan berat yang disebabkan oleh berbagai tipe virus dengue dengan gejala karakteristik yang ditandai oleh kenaikan permeabilitas kapiler, abnormaJitas hemostasis dan pada kasus-kasus yang berat ditandai dengan syok Data penelitian diperoleh dati Catatan Medik di UP A RSUP DR Sardjito Yogyakarta periode Oktober 1997 sid April 1998. Kriteria diagnosis ditetapkan berdasarkan kriteria WHO ( 1986 ). Vsriabel-variebel yang digunakan yaitu : umur, jenis kelamin, status gizi, manifestasi perdarahan gastrointestinal, lama demam di rumah, penderita DBD dengan syok dan tanpa syok, serta banyaknya kematian penderita Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji )(2 ( Chi Kuadrat ), dengan p= 0,05. Dari 201 kasus DBD di UP A didapatkan frekuensi kejadian syok sebanyak 26,4 % ( 53 kasus ) dan angka kematian 1,0 % ( 2 kasus ). Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap frekuensi syok penderita DBD adalah umur, jenis kelamin, dan manifestasi perdarahan gastrointestinal.
Kata Kunci : Demam Berdarah Dengue, anak, penderita