Pembangunan masyarakat berbasis aset: Kolaborasi PT Pertamina DPPU Adisutjipto Group dengan Masyarakat Sambilegi Kidul dalam Pemberdayaan Kelompok Budaya
Osa Hibban Arson, Drs. Hendrie Adji Kusworo, M.Sc., Ph.D.
2025 | Skripsi | ILMU SOSIATRI
Dewasa kini, diskusi mengenai pembangunan masyarakat sudah berkembang secara masif. Salah satu pendekatan pembangunan masyarakat yang diangkat dalam tulisan ini adalah pembangunan masyarakat berbasis aset atau biasa dikenal sebagai asset based community development. Alih-alih melihat pembangunan mainstream yang berlandasakan kebutuhan masyarakat, asset based community development hadir sebagai jalan tengah dengan melihat bagaimana pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan aset yang ada di masyarakat yang nantinya dikoneksikan maupun dioptimalkan untuk menjawab permasalahan yang ada di masyarakat. Hal tersebut digunakan untuk melihat pemberdayaan yang ada di Kelompok Budaya Sambisena yang berkolaborasi dengan PT. Pertamina Patra Niaga DPPU Adisutjipto Group dalam program CSR peberdayaan masyarakat. Penelitian ini menyajikan bagaimana kolaborasi yang terjalin antara Kelompok Budaya Sambisena dan PT. Pertamina Patra Niaga DPPU Adisutjipto Group dalam pemberdayaan menggunakan pandangan asset based community development mulai dari pemetaan aset yang dimiliki kedua stakeholder tersebut, elemen kolaborasi yang timbul dari dinamika kolaborasi, proses pemberdayaan dengan kacamata asset based community development, hingga keberdayaan yang dicapai menggunakan kacamata asset based community development.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif studi kasus karena penelitian ini menangkap kasus unik berupa kolaborasi perusahaan dengan kelompok budaya dalam ranah CSR pemberdayaan yang dilihat dengan kacamata asset based community development. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dari penelitian ini menjangkau pada pihak-pihak yang terlibat dalam kolaborasi pemberdayaan meliputi pengurus Kelompok Budaya Sambisena dan community development officer (CDO) dari PT. Pertamina Patra Niaga DPPU Adisutjipto Group.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kelompok Budaya Sambisena dan PT. Pertamina Patra Niaga DPPU Adisutjipto Group memiliki aset yang digunakan dalam pemberdayaan. Aset yang dimiliki tersebut juga berpengaruh pada elemen kolaborasi yang dominan berlandaskan atas aset yang dimiliki. Dalam proses pemberdayaan, kedua stakeholder tersebut mendayagunakan aset-asetnya sehingga tercipta keberdayaan dalam kacamata asset based community development.
In recent times, discussions surrounding community development have grown significantly. One approach highlighted in this paper is Asset-Based Community Development (ABCD). Unlike the mainstream development approach, which focuses on community needs, ABCD offers a middle ground by emphasizing how development can be driven by optimizing and connecting existing assets within the community to address its challenges. This approach is used to examine the empowerment initiatives within the Sambisena cultural group, in collaboration with PT Pertamina Patra Niaga DPPU Adisutjipto Group through their CSR (Corporate Social Responsibility). This study presents how the collaboration between the Sambisena cultural group and PT Pertamina Patra Niaga DPPU Adisutjipto Group applies an asset-based perspective, starting from asset mapping, the collaborative elements arising from their interactions, the empowerment process through the lens of ABCD, and the resulting empowerment achieved.
The research method employed is a qualitative case study, as it captures a unique case of collaboration between a corporation and a cultural group within the scope of CSR, viewed through the ABCD framework. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Informants consisted of key stakeholder involved in the empowerment collaboration, namely members of the Sambisena cultural group management and the community development officers (CDO) from PT Pertamina Patra Niaga DPPU Adisutjipto Group.
The findings show that both the Sambisena cultural group and PT Pertamina Patra Niaga DPPU Adisutjipto Group possess assets that contribute to the empowerment process. These assets also influence the collaborative elements, which are predominantly based on the available resources. Throughout the empowerment process, both stakeholder mobilized their assets, leading to empowerment outcomes as seen through the asset-based community development perspective.
Kata Kunci : Asset-Based Community Development, Collaboration, Corporate Social Responsibility