Laporkan Masalah

Aplikasi penginderaan jauh dan analisis visibility dalam sistem informasi geografis untuk kajian base transceiver station satelindo di kabupaten Gunungkidul

Joko Susilo Eko Pribadi, Drs. R. Suharyadi, M.Sc.; Dr. Junun Sartohadi, M.Sc.

2006 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan existing BTS Satelindo, menentukan lokasi blankspot, menentukan lokasi prioritas pengembangan, dan merekomendasikan letak BTS Satelindo yang baru di Kabupaten Gunungkidul. Sumber data yang digunakan yaitu foto udara pankromatik hitam putih skala 1: 50.000 tahun 1994 Kabupaten Gunungkidul. Data dalam penelitian ini dibagi dalam tiga jenis yaitu data fisik. potensi pengguna, dan data teknis BTS. Data fisik meliputi data relief, lereng, dan kedekatan jalan. Data potensi pengguna meliputi data penggunaan lahan, kepadatan penduduk, dan rumah tangga miskin. Data teknis BTS meliputi data SPOT, OFFSETA, OFFSETB, AZIMUTHI, AZIMUTH2, VERTI, VERT2, RADIUS1 dan RADIUS2. Rekomendasi pembangunan lokasi BTS diperoleh dengan menumpangsusunkan lokasi prioritas dan cakupan sinyal BTS. Lokasi prioritas BTS dibangun dari model kelayakan fisik BTS dan potensi pengguna telepon selular. Model kelayakan fisik BTS dibangun dari overlay peta relief, lereng, dan kedekatan dengan jalan. Aspek potensi pengguna telepon selular diperoleh dari overlay peta penggunaan lahan, kepadatan penduduk, dan rumah tangga miskin. Kesesuaian lokasi BTS diperoleh dengan menumpangsusunkan lokasi prioritas dan kekuatan sinyal BTS. Teknik ansalisis yang digunakan adalah analisis visibility atau saling tampak. Dari hasil kajian dapat disimpulkan, bahwa yang pertama di Kabupaten Gunungkidul terdapat 7 (tujuh) site BTS dan terletak di 6 (enam) Kecamatan yaitu Patuk, Playen, Wonosari, Karangmojo, Ponjong dan Semin. Kedua, peta kekuatan sinyal BTS yang mencakup Kecamatan Patuk, Playen, Wonosari, Karangmojo. Semanu, Ponjong dan Semin, yang mempunyai total cakupan sinyal seluas 31.204,9 Ha, total cakupan sinyal yang overlap seluas 8.950,75 Ha dan daerah blankspot seluas 117.000,06 Ha. Ketiga yaitu peta rekomendasi pengembangan BTS di Kabupaten Gunungkidul yang terdapat pada tiga Kecamatan yaitu Saptosari, Semanu, dan Girisubo yang mempunyai total cakupan sinyal seluas 6.338,687 Ha dan daerah yang mempunyai cakupan sinyal yang overlap adalah seluas 30.406 ??.

-

Kata Kunci : Penginderaan jauh,sistem informasi geografis,analisis vivibility,Gunungkidul,DIY

  1. S1-2006-150533-Abstract.pdf  
  2. S1-2006-150533-Blibliography.pdf  
  3. S1-2006-150533-TableofContent.pdf  
  4. S1-2006-150533-Title.pdf