Ketersediaan dan Kualitas Fasilitas Pelabuhan Perikanan Pantai Sadeng Kabupaten Gunungkidul untuk Mendukung Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur
Nabila Azzaro, Prof. Suadi. S.Pi., M.. Agr.Sc.,Ph.D
2025 | Skripsi | MANAJ. SUMBER DAYA PERIKANAN
Pelabuhan perikanan memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan Penangakapan Ikan Terukur (PIT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan dan kualitas fasilitas Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sadeng dalam mendukung implementasi kebijakan PIT. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan nahkoda kapal dan pegawai pelabuhan, serta dokumentasi. Penelitian ketersediaan fasilitas menggunakan skala Guttman, sedangkan kualitas fasilitas mnggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari total 13 fasilitas yang dibutuhkan, 12 fasilitas telah tersedia dengan presentase 92% yang mencakup fasilitas pokok, fungsional dan penunjang PIT. Kualitas fasilitas secara umum dikategorikan dari tidak baik hingga sangat baik. Fasilitas pokok seperti lahan, dermaga, jalan serta fasilitas fungsional seperti kantor administrasi dan air bersih tersedia dengan kondisi sangat baik. Fasilitas penunjang PIT diantaranya CCTV, keranjang/blong tersedia dan berfungsi dengan baik. Beberapa fasilitas telah tersedia meskipun belum optimal, seperti kolam pelabuhan yang mengalami pendangkalan sehingga menghambat aktivitas kapal, kondisi tempat bongkar di TPI masih terbatas, MCK yang kurang adanya perawatan, instalasi listrik di sekitar TPI yang belum merata serta timbangan yang belum mendukung pencatatan secara akurat. Tren produktivitas perikananan dari 2020- 2023 menunjukan tren naik tetapi turun pada tahun 2024, menunjukan perlunya penguatan infrastruktur dan pengawasan. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa secara umum PPP Sadeng telah siap mendukung PIT. Namun, beberapa fasilitas masih perlu ditingkatkan agar dapat mendukung kebijakan PIT secara optimal.
Fishing ports play a crucial role in
supporting the implementation of the Measured Fishing Policy (PIT). This study
aims to assess the availability and quality of fasilities at Sadeng Coastal
Fishing Port in supporting PIT implementation. The research used a descriptive
method with a qualitative descriptive approach. Data were collected through
observation, interviews with ship captains and port staff, and documentation.
Facility availability was assessed using the Guttman scale, while facility
quality was measured using the Likert scale. The result show that out of 13
essential facilities, 12 are available, representing 92% coverage, including
core, functional and supporting facilities for PIT. The quality of facilities
ranges from poor to very good. Core facilities such as land area, pier, and
access roads, as well as functional facilities like administration office and
clean water supply, are in very good condition. Supporting facilities such as
CCTV and fish baskets are available and functioning well. However some
facilities are available but not yet optimal, such as the harbor basin which is
silted, limiting vessel axtivities; limited unloading space at the fish
auction; poorly maintained sanitation facilities (MCK); uneven electrical
installation around the auction site and weighing scales that do not yet
support accurate digital recording. The fisheries productivity trend from 2020
to 2023 showed an overall increase but declined in 2024, indicating the need
for improved infrastructure and monitoring. In conclusion, PPP Sadeng is
generally ready to support PIT, although several facilities still require
improvement to optimally implement the policy.
Kata Kunci : fasilitas pelabuhan, kebijakan PIT, pelabuhan perikanan, PPP Sadeng