Laporkan Masalah

MERGER DAN AKUISISI SEBAGAI STRATEGI PERTUMBUHAN: IMPLIKASINYA TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR (2016-2022)

Prasetya Adli Abror, Elton Buyung Satrianto, S.E., MBA.

2025 | Tugas Akhir | D4 PERBANKAN

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis efek dari aksi merger dan akuisisi (M&A) terhadap kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitaif dengan teknik analisis menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test. Data penelitian merupakan data sekunder, diperoleh melalui laporan tahunan dari 18 perusahaan manufaktur yang melakukan aksi M&A pada periode 2016-2022. Kinerja keuangan dianalisis melalui lima kelompok rasio, yaitu rasio likuiditas (CR, QR), rasio profitabilitas (ROA, ROE), rasio solvabilitas (DAR, DER), rasio aktivitas (TATO, DSO), dan rasio pasar (PER, MBR), dengan perbandingan dua dan satu tahun pra serta pasca M&A. 

Hasil penelitian menunjukkan tidak ditemukan perbedaan signifikan pada rasio likuiditas, profitabilitas, solvabilitas, dan aktivitas pra dan pasca M&A. Sementara itu, ditemukan perubahan signifikan yang bersifat negatif pada MBR yang merupakan salah satu proksi rasio pasar pada dua tahun pasca M&A. Mengindikasikan perubahan yang terjadi membutuhkan waktu untuk terealisasi dan adanya penurunan persepsi pasar terhadap kinerja perusahaan pasca M&A.

This research was conducted to analyse the effect of merger and acquisition (M&A) on corporate financial performance. This research employs quantitative method with Wilcoxon Signed-Rank Test as the analytical technique. The data used are secondary data obtained from the annual reports of 18 manufacturing companies that engaged in M&A activities during 2016-2022. Financial performance was analyse using five groups of ratios, consisting of liquidity ratios (CR, QR), profitability ratios (ROA, ROE), solvability ratios (DAR, DER), activity ratios (TATO, DSO), and market ratios (PER, MBR), with comparisons from two and one year before and after M&A.


The results show no significant differences in liquidity, profitability, solvability, and activity ratios before and after M&A. However, a significant negative change found in the MBR, one of the proxies of market ratios, in the two years after M&A. Indicating the impact of M&A may need time to take effect and suggests a decline in market perception of the companies’ performance post-M&A.

Kata Kunci : Merger, Akuisisi, Kinerja Keuangan, Perusahaan Manufaktur

  1. D4-2025-478382-abstract.pdf  
  2. D4-2025-478382-bibliography.pdf  
  3. D4-2025-478382-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2025-478382-title.pdf