Analisis Komposisi Pigmen Ulva lactuca pada Kedalaman Berbeda di Pantai Nglambor dan Ngrumput Kabupaten Gunungkidul
Puput Annahar Sya', Dr. Ratih Ida Adharini, S.Pi., M.Si.
2025 | Skripsi | MANAJ. SUMBER DAYA PERIKANAN
Ulva lactuca atau selada laut merupakan rumput laut makroalga
ini termasuk dalam divisi
Chlorophyta, terutama karena
didominasi klorofil a dalam sel-selnya, yang menjadi penentu utama pewarnaan
hijau intens pada tubuh alga. Dominasi pigmen ini dapat menunjukkan kemampuan
fotosintesis yang tinggi dan mencerminkan adaptasi terhadap kondisi pencahayaan
di ekosistem laut yang menjadi lingkungan alaminya. Tujuan penelitian ini
adalah untuk menganalisa komposisi dan kandungan pigmen utama pada Ulva lactuca pada kedalaman yang berbeda
di Pantai Nglambor dan Pantai Ngrumput Kabupaten Gunungkidul. Komposisi pigmen
dianalisa menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT) berdasarkan warna
pigmen dan nilai faktor retardasi (Rf) dengan tiga kali pengulangan. Ketiga
pengulangan tersebut pada Pantai Nglambor 0,1-5 m dan Pantai Ngrumput 0,1-1 m
memiliki pigmen dan nilai faktor retardasi (Rf) dimana klorofil a berkisar
0,5-0,54, klorofil b 0,45, xantofil (karotenoid) 0,6, dan feofitin a berkisar
0,67-0,71. Hasil visualisasi pada plat kromatografi lapis tipis (KLT) menunjukkan pigmen
klorofil dan karoten pada kedalaman 1 m di Pantai Ngrumput, dan kedalaman 5 m di Pantai Nglambor memiliki warna yang lebih
pekat. Kepekatan warna ini mengindikasikan bahwa
kedua pigmen tersebut
memiliki konsentrasi yang lebih tinggi untuk mendukung proses
fotosintesis dengan bertambahnya kedalaman. Perbedaan kedalaman perairan pada
penelitian ini memengaruhi komposisi pigmen dan jumlah pigmen yang diperoleh.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Ulva lactuca memiliki kandungan pigmen klorofil dan karotenoid.
Ulva lactuca, or sea lettuce, is a macroalgae belonging to the division Chlorophyta, primarily due to the dominance of chlorophyll a in its cells, which
is the main determinant of
the intense green coloration of the algae's body. The dominance of this pigment
indicates a high photosynthetic capacity
and reflects adaptation to the lighting
conditions in the marine ecosystem that serves as its natural
habitat. The objective of this study was to analyze the composition and content of the main
pigments in Ulva lactuca at different
locations and depths in the coastal waters of Gunungkidul Regency, Yogyakarta. Pigment composition was analyzed using
thin-layer chromatography (TLC) based on pigment color and retardation factor
(Rf) values, with three repetitions. The three repetitions at Nglambor Beach
(0.1–5 m) and Ngrumput Beach (0.1–1 m) showed pigments and Rf values where
chlorophyll a ranged from 0.5
to 0.54, chlorophyll b was 0.45, xanthophyll (carotenoid) was 0.6, and
phycocyanin a ranged from 0.67 to 0.71. Visualization results on thin-layer
chromatography (TLC) plates show that chlorophyll and carotenoid pigments at a
depth of 1 m at Ngrumput Beach and a depth of 5 m at Nglambor Beach have a
darker color. This color intensity indicates that both pigments have higher
concentrations to support
photosynthesis as depth increases. The difference in water depth in this study affects the
composition and quantity of pigments obtained. Based on the results of this
study, it can be concluded that Ulva
lactuca contains chlorophyll and carotenoid pigments.
Kata Kunci : faktor retardasi, KLT, kedalaman, pigmen, Ulva lactuca