Kultur In Vitro Anggrek Endemik Papua Dendrobium sutiknoi pada Medium VW ditambah Air Kelapa dan Thidiazuron
Valeria Nawang Riris Lintang Kaloka, Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc.
2025 | Skripsi | BIOLOGI
Anggrek merupakan jenis tanaman hias yang banyak digemari oleh masyarakat karena memiliki berbagai keunggulan yang menyebabkan minat masyarakat dalam mengembangkan budidaya anggrek untuk tujuan komersial semakin meningkat. Sehingga diperlukan perbanyakan bibit anggrek dengan kultur in vitro yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah bibit anggrek berkualitas secara massal. Penelitian ini menggunakan digunakan biji Dendrobium sutiknoi P.O’Byrne yang ditumbuhkan pada medium Vacin and Went (VW) yang diperkaya air kelapa (0 mL, 50 mL, 100 mL, 150 mL) dan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Thidiazuron (TDZ) (0 ppm, 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm) sehingga dapat diketahui kombinasi terbaik untuk kultur in vitro. Parameter yang diuji dalam penelitian ini yaitu laju perkecambahan biji anggrek D. sutiknoi. Selain itu juga akan membuktikan struktur gen Dendrobium Orchid Homeobox 1 (DOH1) homolog terutama struktur homeodomain pada anggrek D. sutiknoi. Dari penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa kultur in vitro merupakan metode yang efektif untuk perkecambahan biji anggrek D. sutiknoi dengan penambahan medium VW+air kelapa 200 ml/L dan zat pengatur tumbuh TDZ 1 ppm. Struktur gen DOH1 homolog pada anggrek D. sutiknoi menunjukkan similaritas dengan D. Madame Thong-In sebesar 95,20%; dengan D. nobile sebesar 92%, dan dengan D. catenatum sebesar 92%.
Orchid is an ornamental plant that is much favored by the public because it has various advantages that cause the interest of the community in developing orchid cultivation for commercial purposes is increasing. So it is necessary to propagate orchid seeds by in vitro culture which aims to increase the number of orchid seedlings in mass. This study used Dendrobium sutiknoi P.O'Byrne seeds grown on Vacin and Went (VW) medium enriched with coconut water (0 mL, 50 mL, 100 mL, 150 mL) and Plant Growth Regulator Thidiazuron (TDZ) (0 ppm, 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm) so that the best combination for in vitro culture can be known. The parameter tested in this research is the germination rate of D. sutiknoi orchid seeds. In addition, it will also prove the homologous Dendrobium Orchid Homeobox 1 (DOH1) gene structure, especially the homeodomain structure in D. sutiknoi orchids. From the research conducted, it is known that in vitro culture is an effective method for germination of D. sutiknoi orchid seeds with the addition of 200 ml/L VW + coconut water medium and 1 ppm TDZ growth regulator. The homologous DOH1 gene structure in D. sutiknoi orchid showed similarity with D. Madame Thong-In by 95.20%; with D. nobile by 92%, and with D. catenatum by 92%.
Kata Kunci : Kata Kunci: air kelapa, Dendrobium sutiknoi, gen DOH1, hormon TDZ, kultur in vitro, medium Vacin & Went