Laporkan Masalah

Karakteristik demografi sosial ekonomi dan budaya wanita kawin usia muda di kecamatan Wonosari dan kecamatan Panggang kabupaten Gunungkidul

Isti Nurjannah, Prof. Drs. Kasto, M.A.

2005 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Kecamatan Wonosari dan Kecamatan Panggang merupakan suatu wilayah yang termasuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Gunungkidul. Secara geografis daerah penelitian dibagi menjadi 2 yaitu yaitu Desa Karangtengah sebagai dataran, terletak dibagian utara wilayah Kabupaten Gunungkidul, sedangkan Desa Girisekar sebagai daerah perbukitan terletak dibagian barat daya Kabupaten Gunungkidul. Judul dari penelitian ini adalah Karakteristik Demografi, Sosial, Ekonomi dan Budaya Wanita Kawin Usia Muda di Kecamatan Wonosari dan Kecamatan Panggang Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini ditujukan pada wanita yang kawin pada usia muda yaitu umur < 20 tahun di Kabupaten Gunungkidul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui usia kawin pertama wanita antara Daerah dataran dan Daerah perbukitan, serta untuk mengetahui karakteristik wanita kawin usia muda berdasarkan variabel Demografi, Sosial, Ekonomi dan Budaya. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait, serta data primer yang diperoleh dari wawancara langsung dengan responden. Metode yang digunakan untuk pemilihan lokasi adalah metode Purposive Sampling sedangkan pengambilan respodennya dengan menggunakan metode Quata Sampling yaitu menentukan jumlah subjek yang akan diselidiki. Sampel yang diambil sebanyak 100 orang yaitu 50 responden untuk daerah dataran dan 50 responden untuk daerah perbukitan. Populasi penelitian ini adalah wanita yang kawin usia muda yaitu < 20 tahun. Data yang dikumpul dianalisa dengan analisis deskriptif kuantitatif dan didukung pula oleh analisa statistik. Analisa Statistik yang dipergunakan adalah tabel frekuensi, uji korelasi dan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata usia kawin pertama wanita usia muda antara daerah dataran dan daerah perbukitan yaitu 18 tahun dan 17 tahun. Faktor yang mempengaruhi adalah demografi, dengan rata-rata jumlah saudara kandung mereka antara 3-5 orang. Faktor sosial yaitu pendidikan, untuk daerah dataran pendidikan responden SLTP dengan rata-rata usia kawin pertama adalah 17 tahun, sedangkan untuk daerah perbukitan pendidikan responden SD rata-rata usia kawin pertama responden 16 tahun. Untuk faktor ekonomi yaitu indeks ekonomi orangtua responden. Untuk daerah dataran kondisi ekonomi orangtua relatif sedang, sedangkan untuk daerah perbukitan pada kondisi yang miskin. Sedangkan, faktor perjodohan yaitu penentuan suami pertama, rata-rata usia kawin untuk daerah dataran untuk pilihan sendiri 17 tahun dan pilihan orangtua 18 tahun. Sedangkan untuk perbukitan rata-rata usia kawin pertama pilihan sendiri 17 tahun dan pilihan orangtua 18 tahun.

Wonosari and Panggang Sub-District are areas which administratively belong to Gunungkidul Distrisct. The Research areas are geographycally devided into 2 areas, they are: Karangtengah village as plat area, on the north part of Gunungkidul District and the Girisekar village as hill area, on the south west of the Gunungkidul District. The tittle of this research is Demography, Social, Economic and Cultural Characteristic of Marriaed Young Aged Women in Wonosari and Panggang Sub- District, Gunungkidul District. This research is objected to women married at young age or women < 20 years age in Gunungkidul District. This Research is intended to find out the characteristic of women first marriage ages based on Demography, Social, Economic and Cultural. Data used in this research are secondary data obtained from the linked instantions and primary data obtained from direct interview with respondents. The method used to choose location is Purposive sampling methode and the Quota sampling method or determing the number of subject to be researched to take the number of the respondents. The sample taken are 100 people 50 respondent to respresent the plat area and 50 others to represent the hill. The population of this research is married young aged women or < 20 years age. The collected data are analyzed with quantitative descriptive analysis and also supported with statistic analysis. The statistic analyis used are frequency table and correlation test. The result of the research show that there are differences on the average first marriage ages of young aged women between plat and hill areas, they are 18 years and 17 years. The factor influenced are demography. The number of brothers/sisters are 3-5. The social factor is education, the lower the education level of women, the lower her first marriage age, for the plat area with SL.TP education level, the average first marriage age is 17 years, and for the hill area, for the hill area with SD education level the average first marriage age is 16 years. The Economic factor is respondent parent economy indesk. For the plat area parent economy condition between rich and poor. for the hill area in the condition poor the marriage arragement factor is the determination as 17 years and parent determination 18 years. For the hill area, the average first marriage age by self determination is 17 years, and by parent determination is 18 years.

Kata Kunci : Kawin muda,Demografi Sosial ekonomi,Panggang,Gunungkidul,DIY,Wonosari,Budaya wanita kawin usia muda

  1. S1-2005-119443-Abstract.pdf  
  2. S1-2005-119443-Blibliography.pdf  
  3. S1-2005-119443-TableofContent.pdf  
  4. S1-2005-119443-Title.pdf