ANALISIS EXISTING PREVENTIVE MAINTENANCE DENGAN METODE RELIABILITY DAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS SERTA USULAN PERBAIKAN DENGAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE PADA LINI METAL STAMPING (STUDI KASUS PT. TEKUN ASAS SUMBER MAKMUR, CIKARANG)
Taufan Rony Pramudito, Ir. Janu Pardadi, MT
2011 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIKesiapan mesin-mesin sebagai alat penunjang proses produksi menjadi salah satu faktor penting agar proses dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan produk sesuai yang diinginkan. Total Productive Maintenance (TPM) merupakan sebuah metode yang mengarah kepada perbaikan sistem secara menyeluruh serta melibatkan partisipasi semua pihak terutama operator untuk mencapai keefektifan dan mengurangi downtime mesin. Di dalam implementasi TPM, terdapat 8 pilar utama sebagai dasar pengembangan dan pelaksanaan TPM. Tujuan utama yang ingin dicapai di dalam pelaksanaan TPM adalah Overall Equipment Effectiveness (OEE). OEE digunakan untuk mengukur tingkat efektivitas sistem dalam sebuah perusahaan. Di dalam OEE terdapat tiga faktor pendukung yaitu Availability Rate (AR), Performance Rate (PR) dan Quality Rate (QR). Dalam penelitian ini, peningkatan efektivitas mesin dilakukan dengan menghitung reliabilitas dan overall equipment effectiveness (OEE) lini metal stamping. Perhitungan reliabilitas untuk mengetahui seberapa tinggi tinggi tingkat kehandalan mesin produksi. Hasil perhitungan OEE untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab efektivitas mesin menjadi rendah setelah dibandingkan dengan World Class Standard. Berdasarkan hasil penelitian dari 12 mesin, didapat nilai MTTF terendah terdapat pada mesin 12-60T sebesar 503,41 jam dan MTTF tertinggi terdapat pada mesin 5-110T sebesar 1008,78 jam. Untuk nilai OEE rata-rata tahun 2009 bernilai 61,80% dengan nilai faktor AR 77,10%, PR 80,10% dan QR 99,70%. Nilai OEE rata-rata tahun 2010 bernilai 74,45% dengan nilai faktor AR 80,06%, PR 91,94% dan QR 99,80%. Faktor Availability Rate merupakan faktor dengan nilai terendah sehingga mengakibatkan nilai OEE rendah. Penyebab rendahnya Availability Rate adalah tingginya downtime. Berdasarkan perhitungan, downtime tertinggi adalah downtime tooling setting. Untuk meningkatkan efektivitas lini metal stamping PT. TASM, kegiatan perawatan yang baik merupakan salah satu kunci yang penting untuk menjaga kondisi mesin-mesin produksi supaya tetap handal sehingga proses produksi berjalan sesuai rencana. Peningkatan kualitas SDM seperti pelatihan autonomous maintenance diyakini sebagai alternatif yang tepat untuk meningkatkan efektivitas mesin. Penerapan pilar 5S, pilar focused improvement, sistem dokumentasi pelaporan dan pengontrolan spare parts yang baik maka perencanaan pencegahan kerusakan yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas mesin dapat dilakukan dengan tepat di masa yang akan datang.
Kata Kunci : Efektivitas, Overall Equipment Effectiveness, Total Productive Maintenance, Reliability