Laporkan Masalah

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN SPARE PARTS DENGAN SIFAT INTERMITTENT DEMAND DI VICO INDONESIA

Raditya P. Suryatmaja, Ir. Muhammad Kusumawan Herliansyah S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng

2011 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Hampir semua jenis industri saat ini memiliki ketergantungan yang besar terhadap ketersediaan aset kapital yang memiliki nilai penggunaan yang tinggi untuk menunjang kelangsungan proses industri mereka. Salah satunya berupa tersedianya part vital dari mesin yang memiliki peran penting dalam proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan dan mengendalikan persediaan spare part di VICO Indonesia. Sifat natural dari permintaan spare parts pada umumnya sangat berbeda dari item-item lainnya, spare parts memiliki sifat intermittent demand. Spare parts yang akan dilakukan tahap perencanaan dan pengendalian level inventory berbasis pada klasifikasi MUSIC-3D. Penelitian ini dilakukan di VICO Indonesia, Jakarta. Data pemakaian, tingkat kritikalitas, dan lead time spare parts, selama tahun 2010 dirangkum untuk diklasifikasikan menggunakan metode MUSIC-3D. Dari total 8 kategori MUSIC-3D sebanyak 4624 item, dipilih kategori 1 untuk STK item sebanyak 66 item. Setelah itu menentukan pola distribusi dan pola permintaan, menggunakan perhitungan coefficient of variation dan inter-demand interval. Lalu dilanjutkan dengan tahap forecasting menggunakan Syntethos-Boylan Approximation (SBA) yang memodifikasi Croston’s Method, teknik forecasting untuk kasus intermittent demand. Hanya 47 item yang dapat diramalkan karena 19 item lain memiliki pola permintaan yang terlalu lumpy dan tidak memungkinkan untuk diramal. Tahap terakhir adalah menghitung nilai ROP dan safety stock sesuai pola distribusi tiap item. Dari klasifikasi MUSIC-3D didapat sebanyak 118 item yang masuk ken kategori 1, kategori ini harus dikontrol secara ketat dan sempurna, lalu dipilih STK item karena kategori ini termasuk item yang harus di-stock. Hasil forecasting sebagian besar memiliki persentase eror tergolong tinggi (rata-rata 100%) dikarenakan dari sifat intermittent demand setiap item dan memiliki ketidakpastian yang tinggi. Perhitungan ROP dan SS tergolong lebih tinggi dari rata-rata demand data historis dikarenakan sebagian besar item memiliki lead time yang lama, selain itu service level sebesar 80% dari perusahaan juga mempengaruhi tingginya nilai ROP dan SS

Kata Kunci : spare parts, MUSIC-3D, intermittent demand, Syntethos-Boylan Approximation, ROP, safety stock.

  1. S1-FTK-2011-Raditya_P__Suryatmaja-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2011-Raditya_P__Suryatmaja-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2011-Raditya_P__Suryatmaja-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2011-Raditya_P__Suryatmaja-title.pdf