Laporkan Masalah

Keterlibatan Agama dalam Praktik Filantropi: Studi Kasus Program Bantuan dan Kunjungan untuk Lansia di Gereja Katolik

Lusia Rosaria Oktaviani, Milda Longgeita Br. Pinem., S.Sos., M.A., Ph.D.

2025 | Skripsi | ILMU SOSIATRI

Penelitian ini membahas mengenai dinamika keterlibatan Gereja Katolik St. Yohanes Rasul Pringwulung pada program bantuan dan kunjungan untuk lansia. Ini terjadi karena kurangnya peran negara sehingga mendorong aktor nonnegara untuk terlibat dalam mewujudkan kesejahteraan. Penambahan jumlah dan kondisi lansia yang semakin rentan membuat gereja perlu berpartisipasi dengan melakukan beberapa program sosial. Dinamika keterlibatan dapat dilihat dari lika liku perjalan pengurus, tantangan program, dampak bagi aktor yang terlibat, hingga harapan untuk kedepannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menggali informasi secara terperinci dalam menjawab pertanyaan penelitian berupa “Bagaimana dinamika kegiatan filantropi pada program sosial di Gereja Katolik St. Yohanes Rasul Pringwulung?”. Terdapat 8 informan, yang terdiri dari 3 pengurus, 3 penerima manfaat, dan 2 umat umum gereja. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi yang dianalisis menggunakan teknik analisis tematik deskriptif. Terdapat beberapa temuan dalam penelitian ini, yaitu (1) latar belakang program; (2) dinamika implementasi, tantangan, dan evaluasi program; (3) rasa kepedulian umat untuk pelaksanaan program; (4) dampak dan harapan dari adanya program; dan (5) membahas mengenai keterlibatan gereja serta kehadiran negara untuk mewujudkan kesejahteraan. Dari temuan tersebut muncul tiga tema besar yang dianalisis menggunakan teorisasi pluralisme kesejahteraan, yaitu keterlibatan gereja, dinamika kegiatan filantropi, dan mengisi celah kekosongan negara. Kesimpulannya, gereja mengalami keterbatasan sumber daya sehingga tidak dapat mewujudkan program yang bertransformasi ke arah pemberdayaan. Perlu adanya inisiatif dan keterbukaan untuk berkolaborasi dengan aktor yang lebih ahli dalam bidangnya sehingga program tidak hanya bersifat karitatif. Meskipun begitu, program bantuan dan kunjungan lansia di Gereja Katolik St. Yohanes Rasul Pringwulung telah mencerminkan kepedulian sosial komunitas dan menunjukkan bagaimana aktor nonnegara dapat mengisi peran penting dalam sistem kesejahteraan di Indonesia.


Kata kunci: filantropi, pluralisme kesejahteraan, gereja, kesejahteraan lansia

This research discusses the dynamics of the involvement of St. Yohanes Rasul Pringwulung Catholic Church in elderly care and outreach programs. This occurs due to the limited role of the state, which encourages non-state actors to become involved in realizing welfare.. The increase in the number and condition of the elderly, who are increasingly vulnerable, makes the church need to participate by conducting several social programs. This phenomenon emphasizes that the urgency of the condition of the elderly is the responsibility of all community actors. The dynamics of involvement can be seen from the twists and turns of the management's journey, program challenges, impacts on the actors involved, and expectations for the future. This study uses a qualitative method with a case study approach to explore detailed information in answering the research question: "What are the dynamics of philanthropic activities in social programs at St. Yohanes Rasul Pringwulung Catholic Church?". There were 8 informants, consisting of three administrators, three beneficiaries, and two general church members. Data was collected through in-depth interviews and observations, and analyzed using descriptive thematic analysis techniques. There are several findings in this research, namely (1) program background; (2) dynamics of implementation, challenges, and program evaluation; (3) community awareness of program implementation; (4) impact and expectations of the program; and (5) discussion of church involvement and state presence in realizing welfare. From these findings, three major themes emerged that were analyzed using the theory of welfare pluralism, namely church involvement, the dynamics of philanthropic activities, and filling the gaps left by the state.  In conclusion, the church experiences limited resources so it cannot realize programs that transform towards empowerment. Initiative and collaborative efforts with actors who are more skilled in the field of empowerment are necessary to ensure that the program does not merely function as a form of charity. Even so, the elderly care and outreach programs at St. Yohanes rasul Pringwulung Catholic Church has reflected the community's social concerns and shown how non-state actors can fill an important role in the welfare system in Indonesia.


Keywords: philanthropy, welfare pluralism, church, elderly welfare

Kata Kunci : Kata kunci: filantropi, pluralisme kesejahteraan, gereja, kesejahteraan lansia

  1. S1-2025-482439-abstract.pdf  
  2. S1-2025-482439-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-482439-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-482439-title.pdf